- Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth membagikan 100 dus masker gratis di Jakarta Barat pada 10 September 2026.
- Aksi sosial tersebut dilakukan untuk melindungi warga dari paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Inisiatif ini membantu pengemudi ojek dan warga yang kesulitan mendapatkan masker akibat lonjakan harga di pasaran.
SuaraJakarta.id - Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih dirasakan di sejumlah wilayah Jakarta.
Kondisi ini mendorong Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth membagikan masker gratis kepada masyarakat di Jalan Latumenten, Jakarta Barat.
Bersama jajaran Kecamatan Grogol Petamburan, politikus PDIP yang akrab disapa Bang Kent itu membagikan masker kepada pejalan kaki dan pengendara di sekitar Rumah Sakit Soeharto Heerdjan.
Kent mengatakan pembagian masker merupakan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik dan debu, sekaligus menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar jajaran pemerintah wilayah membantu memenuhi kebutuhan masker masyarakat.
“Sebagai langkah antisipasi, saya melakukan kegiatan pembagian masker gratis,” ujar Kent dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 100 dus masker disiapkan dan dibagikan kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Kent menyebut pembagian akan dilakukan secara berkala dan dapat diperluas jika paparan abu vulkanik kembali berdampak di Jakarta.
Ia juga mengimbau pedagang masker tidak menaikkan harga secara tidak wajar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Saya juga berpesan kepada penjual masker untuk tak menaikkan harga semaunya. Harus disesuaikan dengan batas margin yang wajar,” katanya.
Kent juga membuka akses bagi warga DKI Jakarta yang kesulitan memperoleh masker atau terkendala harga. Ia menyatakan siap membantu menyediakan masker secara cuma-cuma.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 2.000 Meter
Sejumlah warga menyambut baik pembagian tersebut. Geni, pengemudi ojek asal Kalideres, mengaku terbantu karena harga masker disebut meningkat sejak abu vulkanik menyebar.
“Alhamdulillah dapat masker gratis, setidaknya saya bisa aman dari debu saat ngojek di jalan,” ujarnya.
Warga lainnya, Annis dari Jelambar, juga mengaku harga masker mengalami kenaikan. Ia berharap bantuan serupa terus dilakukan selama kondisi abu vulkanik masih berdampak.
Pembagian masker tersebut diharapkan membantu masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas di luar ruangan, mengurangi paparan debu dan abu vulkanik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar