Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB
Mendag Budi Santoso (ketiga kiri) bersama perwakilan Astra dan mitra menyaksikan penandatanganan MoU pembelian ikan teri Desa Sejahtera Astra Jepara senilai Rp2 miliar oleh pembeli Jepang di Trade Expo Indonesia 2026, Rabu (14/10/2026). (Foto: Dok Astra).
Baca 10 detik
  • UMKM binaan Astra mencatatkan transaksi senilai Rp400 miliar lewat Trade Expo Indonesia sejak tahun 2018.
  • Astra memamerkan produk unggulan lokal dari berbagai daerah pada TEI 2026 di ICE BSD, Tangerang.
  • Program pendampingan ekspor Astra bertujuan memperluas pemasaran produk UMKM Indonesia ke berbagai negara internasional.

SuaraJakarta.id - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Astra International Tbk mencatatkan total nilai kontrak dan transaksi lebih dari USD 24,29 juta atau sekitar Rp400 miliar melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) sejak 2018.

Capaian tersebut menjadi modal bagi Astra untuk memperluas pemasaran produk UMKM ke pasar internasional melalui TEI 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Dalam pameran tersebut, Astra membawa produk unggulan dari Desa Sejahtera Astra, UMKM binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), serta Grup Astra.

Sebanyak 30 peserta menempati booth Astra, terdiri atas 20 Desa Sejahtera Astra dan 10 UMKM binaan. Selain itu, tujuh desa binaan turut memamerkan produk di booth Desa BISA Ekspor Kementerian Perdagangan.

Produk yang ditawarkan mencakup kopi, teh, kakao, minuman herbal, gula kelapa, hingga aneka makanan olahan. Beragam komoditas tersebut berasal dari sejumlah daerah di Indonesia dan disiapkan untuk menjangkau pembeli di berbagai negara.

Untuk memperkuat daya saing UMKM, Astra menjalankan program Desa Sejahtera Astra Export Champion bersama Kementerian Perdagangan dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Program ini meliputi kurasi produk, pelatihan ekspor, matrikulasi, serta pertemuan bisnis dengan calon pembeli.

Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang mengatakan pengembangan UMKM dan perluasan akses pasar internasional merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, pendampingan diperlukan agar UMKM dapat meningkatkan kualitas produk dan memperluas peluang usaha secara berkelanjutan.

Sejak 2022, Astra telah melibatkan lebih dari 50 pelaku usaha dalam TEI selama empat tahun berturut-turut. Produk UMKM binaannya telah menjangkau pembeli dari sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Jerman, Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang, dan Australia.

Baca Juga: Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Upaya tersebut sejalan dengan program Desa Sejahtera Astra yang kini menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi. Melalui program ini, Astra mendorong pengembangan potensi lokal dan kewirausahaan masyarakat, termasuk peningkatan kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Load More