- PT Indonesia Infrastructure Finance meraih tiga penghargaan internasional dari ajang penghargaan pada 20 Oktober 2026.
- Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan inovasi operasional serta penguatan layanan ESG pada sektor infrastruktur.
- Pencapaian ini berdampak pada peningkatan kualitas keputusan klien dan pengelolaan risiko iklim yang berkelanjutan.
SuaraJakarta.id - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) meraih tiga penghargaan internasional atas inovasi operasional dan kontribusinya dalam penguatan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor infrastruktur.
Penghargaan tersebut diterima pada 20 Oktober 2026 melalui dua ajang berbeda, yakni Asian Innovation Excellence Awards 2026 dan CorporateTreasurer Awards 2026.
Dalam ajang Asian Innovation Excellence Awards 2026, IIF meraih penghargaan Operational Innovation of the Year – Financial Services. Sementara itu, pada CorporateTreasurer Awards 2026, IIF memperoleh dua penghargaan, yaitu Best ESG Advisory dan Best ESG Service Provider.
Presiden Direktur dan CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengatakan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam mengembangkan inovasi operasional, layanan advisory, dan kapabilitas ESG untuk menjawab kebutuhan klien yang semakin kompleks.
“Penghargaan tersebut mencerminkan bagaimana inovasi, layanan advisory, dan penguatan kapabilitas ESG yang dikembangkan IIF membantu klien menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kebutuhan akan pengambilan keputusan yang lebih cepat, pengelolaan risiko iklim, hingga peningkatan akses terhadap sumber pembiayaan berkelanjutan,” ujar Rizki.
Penghargaan Operational Innovation of the Year – Financial Services diberikan atas transformasi fungsi Financial Planning & Analysis (FP&A) IIF. Melalui inisiatif tersebut, fungsi pelaporan dikembangkan menjadi platform pengambilan keputusan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data. Transformasi ini mendukung proses evaluasi proyek serta peningkatan efektivitas layanan kepada klien.
Adapun dua penghargaan dalam CorporateTreasurer Awards 2026 mengapresiasi kontribusi IIF melalui layanan ESG Advisory. Layanan ini mencakup pendampingan bagi klien dalam memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan serta mengidentifikasi dan mengelola risiko ESG dalam kegiatan bisnis dan investasi.
Upaya tersebut didukung oleh penerapan Climate Risk Management yang terintegrasi dalam kerangka Enterprise Risk Management IIF. Sejak 2025, Policy Implementation Procedure (PIP) Climate Risk Management telah diterapkan pada proyek berjalan maupun proyek dalam pipeline. Penerapan ini ditujukan untuk membantu mengidentifikasi dan mengelola risiko iklim, baik risiko fisik maupun risiko transisi.
Dalam aspek pelaporan keberlanjutan, IIF juga telah mengadopsi International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan IFRS S2. Penerapan kedua standar tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan praktik pelaporan dengan standar internasional, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas terkait risiko dan peluang keberlanjutan.
Baca Juga: BRI Group Perkuat Daya Saing Global dengan Enam Penghargaan di 2026
Selain menyediakan layanan pembiayaan dan advisory, IIF turut mendukung peningkatan kapasitas klien melalui program berbagi pengetahuan (knowledge sharing) dan pengembangan kapasitas (capacity building). Salah satunya melalui pelatihan pengukuran emisi gas rumah kaca (GRK), yang bertujuan membantu klien memahami metodologi penghitungan emisi dan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan persyaratan pelaporan keberlanjutan.
Pada 2025–2026, IIF juga berpartisipasi dalam berbagai forum internasional terkait infrastruktur dan pembiayaan berkelanjutan. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya IIF untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan dan inklusif.
Melalui inovasi operasional, layanan advisory, dan penguatan kapabilitas ESG, IIF terus berupaya mendukung pengembang proyek, badan usaha milik negara (BUMN), dan pelaku usaha dalam mengembangkan proyek infrastruktur yang layak dibiayai (bankable), tangguh terhadap risiko, dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
IIF Raih Tiga Penghargaan Internasional di Bidang Inovasi Operasional dan ESG
-
Bagi Nasabah BRI Private dan Prioritas, Silakan Nikmati Privilege Kesehatan dari Prodia
-
Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Kembali Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia
-
Trilliun Group Raih Superbrands Indonesia 2026, Lima Merek Produk Bangunan Dapat Pengakuan