Muhammad Yunus
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB
Ilustrasi gudeg dengan cita rasa gurih di Jogja (YouTube)
Baca 10 detik
  • Kementerian Pariwisata mendorong agen perjalanan lokal mengembangkan paket wisata tematik di Yogyakarta dan Borobudur pada Oktober 2026.
  • Inisiatif ini bertujuan memenuhi pergeseran tren wisatawan Jabodetabek menengah ke atas yang mencari pengalaman liburan bermakna.
  • Kegiatan famtrip dan pertemuan bisnis diharapkan meningkatkan ekonomi lokal serta mendukung target perjalanan wisatawan nusantara.

SuaraJakarta.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong agen perjalanan dan operator tur lokal mengembangkan paket wisata tematik berbasis gastronomi, budaya, sejarah, dan ketenangan jiwa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur, Magelang.

Pengembangan paket wisata ini menyasar perubahan tren wisatawan nusantara, terutama segmen menengah ke atas dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), yang semakin mencari pengalaman liburan bermakna dibandingkan sekadar mengunjungi destinasi untuk berfoto.

“Tren wisatawan nusantara, khususnya segmen menengah ke atas dari wilayah Jabodetabek, kini tidak lagi sekadar mencari destinasi untuk berfoto, melainkan pengalaman mendalam yang memberikan ketenangan jiwa dan narasi sejarah yang kuat,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu 31 Oktober 2026.

Menurut Made, pengembangan wisata tematik menjadi salah satu upaya mendorong pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Konsep ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menawarkan produk wisata dengan nilai tambah.

Untuk memperkenalkan potensi tersebut, Kemenpar menggelar familiarization trip (famtrip) yang melibatkan 10 agen perjalanan dan operator tur lokal.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pengalaman wisata yang menggabungkan kuliner, sejarah, budaya, dan kebugaran.

Pergeseran dari wisata massal menuju pengalaman yang lebih personal dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.

Liburan kini juga dimanfaatkan sebagai sarana relaksasi, pemulihan dari tekanan aktivitas sehari-hari, dan pencarian pengalaman yang berkesan.

Baca Juga: PIK Experience Permudah Pengunjung Temukan Destinasi Wisata dan Aktivitas di Pesisir Jakarta

Wisatawan menikmati sunrise di Candi Borobudur Kabupaten Magelang. [Antara/Heru Suyitno]

Wisata Gastronomi hingga Meditasi

Famtrip bertajuk “Harmoni Raga, Rasa dan Tradisi” berlangsung pada 16–20 Oktober 2026. Selain memperkenalkan destinasi, kegiatan ini menjadi ajang pertemuan bisnis atau business-to-business (B2B) antara agen perjalanan dan penyedia layanan wisata.

Kemenpar berharap pertemuan tersebut menghasilkan transaksi yang berdampak pada ekonomi lokal sekaligus mendukung target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2026.

Selama kegiatan, peserta menjajal beragam pengalaman wisata berbasis kekayaan lokal. Agenda diawali dengan eksplorasi gastronomi bersama Dje Djak Rasa melalui program Telusur Kampung Santan Spesial Ingkung di Bantul, yang memadukan sajian ayam ingkung dengan cerita di balik resep tradisional.

Peserta kemudian mengikuti “Senja Gastronomy Walking Tour: Telusur Tugu & Pecinan” untuk mengenal akulturasi budaya sekaligus mencicipi jajanan lokal.

Pengalaman sejarah dihadirkan melalui perjalanan “Tiga Wajah Mataram” bersama Remen Jawi, yang menggabungkan penelusuran sejarah dan perjamuan lintas masa.

Load More