Fabiola Febrinastri | Tantri Amela Iskandar
Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB
Pelanan Bank Mandiri. (Dok: Bank Mandiri)

SuaraJakarta.id - Aktivitas usaha dan konsumsi masyarakat terus menopang perekonomian nasional menjelang akhir 2026. Industri perbankan turut mendukung aktivitas tersebut melalui penyaluran pembiayaan bagi dunia usaha dan masyarakat, disertai penghimpunan dana untuk menopang pertumbuhan kredit.

Sejalan dengan peran tersebut, Bank Mandiri melanjutkan ekspansi kredit dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, menjaga kualitas aset, serta memperkuat pendanaan dan layanan transaksi. Hingga Oktober 2026, perseroan membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp46,5 triliun, tumbuh 19,6% secara tahunan (year on year/YoY). Capaian ini ditopang pertumbuhan kredit yang berkualitas dan peningkatan pendapatan berbasis transaksi.

Penyaluran kredit tumbuh 16,5% YoY menjadi Rp1.635 triliun. Dengan mempertimbangkan prospek usaha dan profil risiko, Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan pada sektor-sektor produktif dan resilien antara lain pemerintahan, energi dan air, logistik, industri pengolahan logam, serta makanan dan minuman. Ekspansi tersebut diiringi perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross secara bank only turun menjadi 0,97% dari 1,02% pada Oktober 2025. Rasio NPL coverage mencapai 244,5%, sementara biaya risiko kredit atau cost of credit terjaga sebesar 0,55%.

“Pertumbuhan kredit kami jalankan dengan disiplin dalam memilih sektor dan menjaga kualitas pembiayaan. Didukung pendanaan yang kuat dan peningkatan aktivitas transaksi nasabah, pendekatan ini menjadi fondasi untuk menghasilkan kinerja yang konsisten sekaligus mendukung kegiatan ekonomi,” ujar Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini, dalam keterangan resminya, Jumat (6/11).

Sebagai bank dengan kekuatan utama di segmen pebisnis dan pelaku usaha, Bank Mandiri juga mengoptimalkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem untuk menjangkau pelaku usaha di sepanjang rantai pasok, mulai dari perusahaan utama hingga pemasok, distributor, dan UMKM. Strategi ini memungkinkan pertumbuhan pembiayaan korporasi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk memperkuat kapasitas usaha dan membuka akses pembiayaan bagi UMKM sebagai bagian penting dari ekosistem bisnis nasional.

Layanan Transaksi Digital Perkuat Pendanaan dan Fee Based Income Recurring

Bisnis transaksi digital menjadi salah satu penggerak pertumbuhan Bank Mandiri. Melalui Kopra by Mandiri dan Livin’ by Mandiri, perseroan memperluas perannya dalam aktivitas usaha dan keseharian nasabah, sekaligus mendorong pertumbuhan dana murah (CASA) dan fee-based income recurring.

Pada segmen wholesale, Kopra melayani pengelolaan kas dan transaksi perusahaan beserta ekosistem usahanya. Jumlah penggunanya mencapai 455 ribu, naik 48,6% YoY, dengan frekuensi transaksi sebesar 1,32 miliar, tumbuh 8,03% YoY. Sementara itu, pada segmen ritel, pengguna terdaftar Livin’ tumbuh 20,4% YoY menjadi 43 juta, dengan frekuensi transaksi mencapai 4,22 miliar, meningkat 27,8% YoY.

Peningkatan aktivitas transaksi tersebut turut menopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15,1% YoY menjadi Rp1.762 triliun. Giro dan tabungan atau current account savings account (CASA) meningkat 15,5% YoY menjadi Rp1.265 triliun, dengan rasio CASA sebesar 71,8%. Giro tumbuh 19,3% YoY menjadi Rp679 triliun, sementara tabungan naik 11,3% YoY menjadi Rp586 triliun. Kontribusi transaksi juga tercermin pada fee-based income recurring yang tumbuh 19,8% YoY menjadi Rp17,2 triliun.

Baca Juga: Visa Presents Livin MARKT, Hadirkan Ratusan Creative Local Brand dengan Kemudahan Belanja

Pendapatan berbasis komisi dari Livin’ dan Kopra masing-masing meningkat 40,9% dan 21,1% YoY. Pertumbuhan pendapatan berbasis transaksi juga terus dijaga melalui pengembangan bisnis emas yang menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru (new growth engine) Bank Mandiri. Sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi izin bank bullion, Bank Mandiri menghadirkan layanan Tabungan Emas yang dapat diakses melalui Livin’ by Mandiri untuk transaksi jual beli emas secara digital, serta KSM Emas untuk pembelian emas secara cicilan. Nasabah juga dapat menarik saldo tabungan emas dalam bentuk fisik melalui ATM Emas dan kantor cabang yang menyediakan layanan tersebut.

Tidak hanya itu, Livin’ juga dikembangkan untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari nasabah. Salah satunya melalui kehadiran Livin’ Food yang memungkinkan nasabah mencari merchant, memesan makanan, dan melakukan pembayaran dalam satu aplikasi. Pada tahap awal, layanan ini menggandeng lebih dari 2.300 merchant yang mayoritas merupakan pelaku UMKM, sekaligus membuka akses mereka kepada basis nasabah Bank Mandiri. Untuk melengkapi layanan tersebut, Livin’ Call by Mandiri memudahkan nasabah mengakses contact center selama 24 jam melalui internet tanpa biaya pulsa, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kami terus mengembangkan Livin’ dan Kopra agar semakin banyak kebutuhan nasabah yang dapat dilayani, mulai dari transaksi usaha, kebutuhan sehari-hari, hingga investasi. Layanan yang semakin lengkap mempererat hubungan dengan nasabah sekaligus memperkuat dana murah dan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan,” pungkas Novita. ***

Load More