Tak cukup itu, pelaku mengambil pisau yang masih tertancap dan kembali menusukkan ke perut hingga tiga kali. Korban seketika tersungkur.
Mendengar keributan itu, Suranto terbangun dari tidurnya dan lantas berteriak "Hei... hei...".
Sambil keluar kamar, Suranto melihat sang istri sudah jatuh bersimbah darah. Pelaku lantas menusukkan pisau dapur ke tubuh Suranto tepat dibagian dada.
Pelaku menusukkan pisau dapur itu hingga 5 kali. Korban Suranto juga terjatuh tak jauh dari tubuh istrinya.
Baca Juga:Sekeluarga Mati Dibunuh, Istri Pengusaha Mobil Jadi Target Pertama Henry
Kemudian anak pertama mereka, Rafael, 10, menangis menyaksikan kedua orangtuanya jatuh bersimbah darah.
Melihat anak pertama korban menangis, pelaku menikamnya hingga terjatuh di dekat orang tuanya.
Kemudian terdengar tangisan anak kedua Suranto, Dinar, 5. Pelaku dengan membabi buta menikamnya dengan pisau hingga tersungkur.
Dinar mendapati luka tusukan paling banyak, yakni tujuh luka tusuk.
Pelaku terus menusukkan pisau dapur karena melihat tubuh Dinar masih bergerak.
Baca Juga:Bunuh Satu Keluarga, Henry Dikenal Baik dan Rajin Ikut Warga Kerja Bakti
Pukul 03.00 WIB, seusai membunuh empat orang ini, pelaku menuju kamar mandi mencuci baju dan pisau dapur.