Beredar Info soal Penutupan Sementara Pelayanan, RSUP Fatmawati: Gak Benar!

"RSUP Fatmawati tetap melayani pasien rawat jalan dan IGD," kata Atom.

Rizki Nurmansyah
Senin, 31 Agustus 2020 | 15:30 WIB
Beredar Info soal Penutupan Sementara Pelayanan, RSUP Fatmawati: Gak Benar!
Suasana pengunjung rumah sakit mengantre di ruang pendaftaran Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Kota Jakarta Selatan, Senin (31/8/2020) (ANTARA/HO-Humas RSUP Fatmawati)

Selanjutnya cuitan dari @milisixkecoa, menulis cuitan "RS Fatmawati beneran tutup? Tunggu giliran aja ini mah," kata cuitan akun tersebut.

Menanggapi soal tenaga medis yang terpapar Covid-19, Atom menjelaskan melalui rilis yang telah dikeluarkan oleh Direksi RSUP Fatmawati.

Dalam rilis yang ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Fatmawati dr Mochammad Syafak Hanung tanggal 12 Agustus 2020 menyebutkan, RSUP Fatmawati sejak tanggal 18 Maret hingga 7 Agustus 2020 telah melakukan rapid test kepada 1.118 karyawan dan pemeriksaan uji usap kepada 189 karyawan.

Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terdapat 35 karyawan terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga:Heboh Isu Tutup karena Banyak Petugas IGD Kena Corona, RS Fatmawati: Hoaks!

"Pemeriksaan swab terhadap karyawan sampai dengan saat ini masih tetap dilaksanakan tanpa mengganggu proses pelayanan kesehatan," ujar keterangan RSUP Fatmawati.

Dalam keterangan RSUP Fatmawati juga menjelaskan tata laksana pencegahan transmisi Covid-19 bagi karyawan di lingkungan rumah sakit.

RSUP Fatmawati memiliki fasilitas cukup lengkap dengan alat kesehatan yang memadai, SDM yang cukup dan memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pelayanan Covid-19.

Sebagai rumah sakit rujukan CovidD-19, manajemen RSUP Fatmawati telah membuat kebijakan internal dengan merujuk pada pedoman sesuai protokol kesehatan agar tidak ada penularan bagi pasien, pengunjung dan karyawan rumah sakit.

Lebih lanjut Atom menjelaskan, bahwa RSUP Fatmawati selalu melakukan 'screening' kepada seluruh pasien, pengunjung dan karyawan. Bila ada karyawan yang terpapar maka petugas dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (KPPI) langsung menindaklanjuti dengan menelusuri penyebab terpaparnya karyawan yang bersangkutan.

Baca Juga:Positif Covid-19 di DIY Melonjak, Tempat Tidur di RS Rujukan Tinggal 17 Bed

Screening terhadap karyawan rumah sakit rutin dilakukan melalui pengisian formulir asesmen mandiri, edukasi tata cara memakai dan melepaskan APD, sering melakukan cuci tangan, tertib menjaga jarak.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini