Banyak Limbah Medis COVID-19, Warga Dekat Cisadane Takut Terinveksi Corona

Limbah medis itu mengalir di sungai.

Pebriansyah Ariefana | Arief Apriadi
Selasa, 01 September 2020 | 10:47 WIB
Banyak Limbah Medis COVID-19, Warga Dekat Cisadane Takut Terinveksi Corona
Bersih-bersih Sungai Cisadane dilakukan untuk menjaga lingkungan. (Suara.com/Vessy Frizona)

“Kami pertama kali menemukan sampah medis setelah longsor,” kata Yunus sambil membungkuk untuk mengambil jarum suntik.

"Pada awalnya, kami menemukan sekitar 50 hingga 60 item setiap hari," lanjutnya.

Kementerian Kesehatan Indonesia mengaku ada 1.480 ton limbah medis COVID-19 diproduksi di seluruh negeri dari Maret hingga Juni.

Hanya saja, sampai saat ini belum ada solusi tempat pembuangan limbah medis COVID-19 tersebut.

Baca Juga:Belum Dibayar, Warga Benda Tangerang Diusir dari Lokasi Proyek Tol Kunciran

"Peraturan baru baru saja disahkan yang mencakup pedoman seputar pengolahan limbah medis di setiap fasilitas kesehatan," kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Imran Agus Nurali.

Sebagian besar fasilitas kesehatan di Indonesia, termasuk rumah sakit, saat ini mengandalkan pihak ketiga untuk membakar limbahnya.

Mahesa Paranadipa Maikel, ahli epidemiologi dari Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, khawatir jika limbah sampah medis itu mengalir di sungai, akan menyebarkan penyakit.

“Jika limbah medis ini tersebar di pemukiman warga dekat sungai maka berpotensi mencemari air yang digunakan masyarakat di sana,” kata Mahesa Paranadipa Maikel, ahli epidemiologi dari Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia,

“Hal itu berpotensi mengakibatkan penularan. dari COVID-19."

Baca Juga:Limbah Medis Covid-19 Cemari Sungai Cisadane Tangerang

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak