Indeks Terpopuler News Lifestyle

Sekda DKI Saefullah Meninggal Positif Corona, Anies: Dia Sholeh, Orang Baik

Pebriansyah Ariefana | Fakhri Fuadi Muflih Rabu, 16 September 2020 | 13:59 WIB

Sekda DKI Saefullah Meninggal Positif Corona, Anies: Dia Sholeh, Orang Baik
Sekda DKI Jakarta Saefullah. (Chintya Sami Bhayangkara)

Sekda DKI Saefullah meninggal dunia positif corona. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta jajarannya sSholat gaib untuk Saefullah.

SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah adalah sosok yang sholeh. Saefullah adalah sahabat yang baik juga.

Sekda DKI Saefullah meninggal dunia positif corona. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta jajarannya sSholat gaib untuk Saefullah.

"Saudara kita, sahabat baik kita, pribadi soleh yang amat baik itu yang selama ini bekerja bersama kita, telah dipanggil pulang ke rahmatullah," kata Anies.

Dalam keterangannya, Anies juga menyebut Saefullah wafat pukul 12.55 WIB hari ini. Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu sempat mendapatkan perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah saat ditemui wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (15/11/2019). (Antara/Ricky Prayoga)
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah saat ditemui wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (15/11/2019). (Antara/Ricky Prayoga)

"Bapak Saefullah wafat pukul 12.55 WIB di RSPAD-GS," pungkasnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan menunjuk Sri Haryati sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah sebelum Saefullah meninggal.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Perintah Tugas Nomor 340/-082.74 yang menunjuk Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda DKI.

Sekda DKI Jakarta Saefullah. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Sekda DKI Jakarta Saefullah. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Dalam salinan surat yang diperoleh di Jakarta pada Selasa disebutkan bahwa Plh tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan keputusan strategis. Plh juga tidak diperkenankan untuk melakukan pemindahan, pemberhentian pegawai, kecuali atas izin Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait