“Jadi kalau musim hujan itu airnya banyak, dalamnya jadi ada air. Itu sih kendala kami sebenarnya. Kalau jenazah Covid itu kita gali beda dengan umum, bisanya kan dua meter, kita lebihin 20 sentimeter karena itu kan ada peti,” sambung Yanto.
Proses penggalian pun, saat ini para petugas tidak melulu memakai Alat Pelindung Diri (APD). Sebab, para petugas gali mengaku tidak kuat jika harus dipaksakan memakai APD saat proses penggalian.
“Tapi saya pastikan aman, karena tugas kita kan hanya menggali saja belum proses penerimaan jenazah ke liang lahat. Kalau itu kita tentu pakai APD, tapi kalau gali tanah pakai APD dipastikan tidak kuat, 5 menit saja tidak kuat,” tutur Yanto.
![TPU Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, menjadi salah satu lokasi pemakaman yang disiapkan untuk pemakaman jenazah Covid-19, Jumat (25/9/2020). [Suara.com/Mochamad Yacub Ardiansyah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/25/71026-pemakaman-covid-19-di-tpu-pedurenan-bekasi.jpg)
Di TPU Pedurenan, lahan penguburan jenazah terkonfirmasi Covid-19 terbagi dari beberapa lahan.
Baca Juga:Mulai Besok, Bekasi Tutup Restoran Tak Patuh Protokol COVID-19
Untuk pemakaman pasien Covid-19 bagi umat non muslim berada di Blok B. Sementara umat muslim ada di dua blok, yaitu Blok D dan K.
Data per Kamis (24/9/2020) kemarin. jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan mencapai 130 orang.
Sementara pemakaman dengan penyakit menular atau khusus secara protokol sebanyak 256 orang. Sehingga jika di total keseluruhan sampai saat ini ada sebanyak 386 orang.
“Untuk blok B (pemakaman) non muslim masih tersedia. Sementara kalau lokasi pemakaman umat muslim pada Blok D sudah penuh. Dan Blok K masih bisa menampung. Sekarang Blok K itu sudah hampir ada 100 orang,” pungkasnya.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Baca Juga:Kelakuan Aneh Pelanggar PSBB, Ancam Hancurkan Dunia sampai Mau Ditembak