alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Mobil Taktis di Patung Kuda, Mahasiswa: Hey Tayo Dia Bus Kecil Jahat!

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:34 WIB

Ada Mobil Taktis di Patung Kuda, Mahasiswa: Hey Tayo Dia Bus Kecil Jahat!
Massa mahasiswa menyemut di Patung Kuda, Selasa (20/10/2020). (Suara.com/Bagaskara)

Massa mahasiswa mulai menyemut di kawasan Patung Kuda yang telah dijaga ketat aparat kepolisian

SuaraJakarta.id - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama para buruh akan melakukan aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020).

Berdasarkan pantauan Suara.com pada pukul 12.00 WIB, sejumlah massa dari mahasisa terlihat sudah mulai berdatangan di sekitar kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat.

Tampak mereka datang dengan berbagai atribut mulai dari mengenakan almamater, membawa poster hingga panji bendera BEM SI. Satu mobil komando juga tampak disiagakan.

Awalnya mereka terlihat melakukan aksi jalan kaki dari arah Jalan Medan Merdeka Selatan hingga area Patung Kuda. Sesampainya di lokasi mereka tertahan barrier kawat berduri hingga beton yang menutup jalan.

Melihat adanya penjagaan, massa kemudian menyanyikan yel-yel bernada sindiran terhadap penjagaan hingga mobil taktis water canon yang disiagakan polisi.

"Waduh ada mobil jahat tuh. Ayo kita nyanyi bus tayo kita ganti lirik jadi bus kecil jahat," kata salah satu orang melalui mobil komando.

"Hey tayo, hey tayo, hey tayo dia bus kecil jahat," seraya mereka bernyanyi yel-yel.

Usai menyanyikan yel-yel mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu. Sebagian dari mereka yang beragama Islam kemudian melakukan ibadah salat Dhuzur bersama.

Adapun sebelumnya, Koordinator Aliansi BEM SI, Remy Hastian menyatakan ribuan mahasiswa ini datang dari seluruh Indonesia dan menuntut Presiden Jokowi untuk membatalkan UU Cipta Kerja melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undangan (Perppu).

"Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi sebanyak 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia," kata Remy, Senin (19/10/2020).

Mahasiswa juga menyayangkan sikap pemerintah yang menutup mata dan justru menantang masyarakat ke dalam pengadilan judicial review di Mahkamah Konstitusi.

BEM SI mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat yang menolak UU Cipta Kerja.

"Juga mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi," tegasnya.

Adapun terkait aksi hari ini, Remy mengimbau seluruh massa aksi untuk membekali diri dengan masker, face shield, hand sanitizer, dan obat-obatan pribadi mengingat demonstrasi akan dilakukan saat pandemi covid-19.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait