Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tiba di Arab Saudi, JK Bahas Pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW

Rizki Nurmansyah Sabtu, 24 Oktober 2020 | 16:06 WIB

Tiba di Arab Saudi, JK Bahas Pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW
Ketua Yayasan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam, Komjen Pol (Purn) Syafruddin, menyambut Ketua Dewan Pembina Yayasan Museum, Jusuf Kalla (JK) di tangga pesawat untuk menuju ke Riyadh, Arab Saudi, Jumat (23/10) tengah malam. [Ist]

"Kunjungan ke Arab Saudi ini dalam rangka tindak lanjut pendirian Museum Internasional di Jakarta," kata JK.

SuaraJakarta.id - Mantan Wakil Presiden RI yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) tiba di Riyadh, Arab Saudi.

Kedatangan mantan Wapres JK di negeri pimpinan Raja Salman itu untuk membahas pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam.

"Kunjungan ke Arab Saudi ini dalam rangka tindak lanjut pendirian Museum Internasional di Jakarta yang peletakan batu pertamanya telah dilaksanakan pada 26 Februari 2020," kata JK dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/10/2020).

Museum Internasional di Jakarta tersebut nantinya merupakan museum terbesar di dunia, di mana reputasi keilmuan dan kandungan nilai-nilai sejarah serta peradabannya telah diakui oleh lebih dari 1000 ulama dan mufti di dunia.

Dalam kunjungan ke Arab Saudi tersebut, JK juga didampingi Ketua Yayasan Museum Komjen Pol (Purn) Syafruddin, Mantan Menkumham Hamid Awaluddin, Sholihin Kalla, Dr Ali Hasan Bahar, Anizar Masyhadi, Buyung Wijaya Kusuma, Muhammad Shobirin, Adam Suryadi, Andi Gasli dan pengurus yayasan lainnya.

Menurut Waketum Yayasan Museum, Ali Hasan Bahar, kunjungan itu untuk membahas finalisasi desain, gambar dan tahapan pembangunan museum.

Menurut Ali, setelah finalisasi itu maka tahapannya adalah pembangunan. "Insya Allah 18 bulan proses pembangunan selesai."

Pertemuan itu menurut rencana akan dilakukan dengan Sekjen Liga Dunia Islam Syaikh Dr Muhammad Abdul Karim Al-Isa dan Syaikh Dr Nashir Az-Zahroni, Sabtu (24/10) malam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait