Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dishub: Garis Kejut Bukan Solusi Utama Cegah Balap Liar

Rizki Nurmansyah Sabtu, 24 Oktober 2020 | 18:05 WIB

Dishub: Garis Kejut Bukan Solusi Utama Cegah Balap Liar
Ilustrasi balap liar. [Facebook]

"Sebenarnya kalau balap liar itu, pesertanya masyarakat sekitar juga," kata Dishub Jakarta Pusat.

SuaraJakarta.id - Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Syamsul Mirwan mengatakan, garis kejut di badan jalan bukanlah satu-satunya solusi untuk mencegah adanya balap liar.

Hal itu disampaikannya untuk menanggapi belum dibuatnya garis kejut yang diajukan oleh Kelurahan Gunung Sahari Utara di Jalan Gunung Sahari IX untuk mencegah balapan motor liar yang sudah terjadi selama dua tahun terakhir.

"Garis kejut itu bukan solusi satu-satunya. Karena ada aspek lain yang harus dilihat. Ada dari pengamanan dan penindakan dari polisi. Juga, fungsi binaan ke masyarakat setempat juga jalan dari kelurahan atau kecamatan," kata Syamsul saat dihubungi, Sabtu (24/10/2020).

Syamsul mencontohkan pihaknya sudah memasang garis kejut di kawasan Medan Merdeka Utara, Medan Merdeka Selatan, dan Medan Merdeka Barat.

Namun tetap saja setiap malam minggu pembalap motor liar nekat beraksi.

"Itu di situ ada garis kejut tapi tetap ada saja balap liar. Jadi, tidak bisa jadi solusi utama. Harus tetap ada penindakan, harus ada aparat kepolisian. Seperti di Jalan Medan Merdeka Barat, Utara, dan Selatan akhirnya tiap malam Sabtu dan Minggu polisi bersama kita melakukan penjagaan," ujar Syamsul.

Situasi Jalan Gunung Sahari IX yang kerap digunakan sebagai lokasi balap motor liar, Jumat (23/10/2020). [Ist]
Situasi Jalan Gunung Sahari IX yang kerap digunakan sebagai lokasi balap motor liar, Jumat (23/10/2020). [Ist]

Menurutnya pengamanan dan pembinaan juga turut berperan penting agar tidak ada lagi balapan motor liar yang mengganggu warga, khususnya pengguna jalan lainnya.

"Sebenarnya kalau balap liar itu, pesertanya masyarakat sekitar juga. Harusnya dari RT dan RW, bisa mendata masyarakat setempat. Lurah dan Camat jangan lempar badan, mereka juga harus ada pembinaan ke masyarakat," ujar Syamsul.

Meski demikian, permohonan garis kejut dari salah satu kelurahan di Kecamatan Sawah Besar itu pun akan tetap dibahas mulai minggu depan.

"Iya pekan depan akan dibahas," ujar Syamsul.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait