facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hendak Bakar Balai Kota DKI, Emak-emak Bawa Bensin Lolos Pemeriksaan X-Ray

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:22 WIB

Hendak Bakar Balai Kota DKI, Emak-emak Bawa Bensin Lolos Pemeriksaan X-Ray
Tangkap layar video wanita berhijab ancam mau bakar gedung Balai Kota DKI Jakarta. (Istimewa)

Wanita berjihab itu berhasil lolos ke lantai 12 Balai Kota DKI Jakarta dengan membawa botol air mineral berisi bensin

SuaraJakarta.id - Kepala Biro Umum Setda Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaludin menceritakan kronologis terkait insiden emak-emak yang membawa bensin dan berniat membakar Balai Kota DKI Jakarta. Diketahui ternyata emak-emak tersebut lolos pemeriksaan x-ray hingga berlanjut naik ke lantai 12 di Blok G, Balai Kota.

Budi bercerita, awalnya wanita pembawa bensin di dalam botol tersebut masuk ke Blok G sekitar pukul 12.10 WIB pada Selasa (27/10) siang. Dari pemeriksaan x-ray, diketahui wanita tersebut membawa botol air mineral di dalam tas. Namun, petugas tidak mencurigai bahwa cairan yang berada di dalam botol ternyata merupakan bensin.

"Di dalam x-ray kan kelihatan hanya cairan, kita berpikir itu air mineral. Lalu, dia naik ke lantai 12 ke Biro Perekonomian," kata Budi kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).

Sesampainya di lantai 12, emak-emak tersebut memaksa kepada petugas untuk menemui kepala biro. Namun, karena gelagatnya yang tidak wajar, petugas kemudian mulai curiga.

Baca Juga: Mau Bakar Balai Kota, Emak-emak Bawa Bensin Juga Minta Duit ke Bank DKI

Terlebih wanita itu membawa sepucuk surat yang tidak jelas peruntukannya. Budi berujar bahwa struktur kalimat dan penggunaan bahasa serta kata di surat tersebut aneh dan tidak beraturan.

"Karena dia menyatakan bahwa beliau itu, di bahasanya suratnya mau minta duit ke Bank DKI karena dia punya uang di Bank DKI terus karena dia mewakili polsek-polsek. Seperti itu, jadi ngaco. Terus dia jadi pemimpinnya dan Rhoma Irama jadi wakilnya, bahasanya gak jelas. Jadi bahasanya ngaco," kata Budi.

Mendapati tindak-tanduk yang tidak wajar, seorang wanita petugas pengamanan dalam kemudian meminta bantuan kepada aparat TNI dan Polri

"Karena melihat ibu-ibu maksa dan teriak-teriak, akhirnya pamdal ini meminta bantuan dari BKO kita, TNI-Polri dan Pamdal naik ke atas karena dia memaksa mau ketemu, akhirnya teriak 'saya akan bakar gedung' itu dia teriak seperti itu," ujar Budi.

"Akhirnya kita geledah tasnya, ternyata di tasnya itu ada bensin dan kayak karton gitu. Akhirnya kita amankan lah bensinnya," sambungnya.

Baca Juga: Isi Surat Perempuan Berjilbab Mau Bakar Balai Kota, Ada Nama Ani Yudhoyono

Ingin Bakar Balai Kota

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait