Mau Bakar Balai Kota, Emak-emak Bawa Bensin Juga Minta Duit ke Bank DKI

Dalam suratnya, wanita itu juga menyebut sebagai anak bunda Ani Yudhoyono, Rhoma Irama hingga Kapolsek Jatinegara

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:51 WIB
Mau Bakar Balai Kota, Emak-emak Bawa Bensin Juga Minta Duit ke Bank DKI
Perempuan berjilbab terobos Balai Kota Jakarta ingin membakar gedung yang menjadi Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

SuaraJakarta.id - Emak-emak yang membawa bensin dan berniat membakar gedung Balai Kota DKI Jakarta ternyata juga ingin meminta uang ke Bank DKI Jakarta. Hal itu diketahui melalui sepucuk surat yang ia bawa ke Biro Perekonomian di lantai 12 Gedung Balai Kota.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaludin mengatakan, dalam suratnya wanita yang diduga tidak waras mengatasnamakan dirinya sebagai ibu negara RI, Ernawati Ululaya Nias. Ia turut menyebut sebagai anak bunda Ani Yudhoyono, Rhoma Irama hingga Kapolsek Jatinegara.

Dari isi suratnya yang terkesan mengada-ada, Budi kemudian menduga bahwa emak-emak tersebut mengalami gangguan jiwa.

"Kita juga sebenernya, saya melihat itu bahasa yang gak baik. (Strukturnya) gak bagus. Dan itu memang bahasa asal dan gak jelas itu surat apa. Karena dia menyatakan bahwa beliau itu, di bahasanya suratnya mau minta duit ke Bank DKI karena dia punya uang di Bank DKI, terus karena dia mewakili polsek-polsek. Seperti itu, jadi ngaco," kata Budi kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).

Baca Juga:Isi Surat Perempuan Berjilbab Mau Bakar Balai Kota, Ada Nama Ani Yudhoyono

"Terus dia jadi pemimpinnya dan Rhoma Irama jadi wakilnya, bahasanya gak jelas. Jadi bahasanya ngaco," sambung Budi.

Budi menceritakan saat kejadian pihak Balai Kota sempat mengamankan emak-emak tersebut karena diduga tidak waras. Namun belakangan diketahui, emak-emak tersebut justru melaporkan salah seorang personel TNI ke Pomdal karena dinilai melakukan penganiayaan. Budi yang mengetahui laporan tersebut tidak benar kemudian mengklarifikasi kejadian sebenarnya.

Akibat dari pelaporan tidak benar yang dibuat emak-emak kepada Pomdal, Budi yang awalnya menduga wanita tersebut sakit jiwa justru balik melapor ke Polsek Gambir.

"Saya sudah bersurat ke Polsek Gambir, melaporkan bahwa ibu itu melakukan, mengancam pengrusakan aset pemerintah, dan mencemarkan nama baik. Tadinya kita berpikir itu dia sakit jiwa, tapi kok bisa melaporkan hal itu. Karena memang dari suratnya aneh," ujar Budi.

Hendak Bakar Balai Kota

Baca Juga:Perempuan Berjilbab Hitam Mau Bakar Balai Kota, Bawa Surat Buat Anies

Sebelumnya, seorang ibu-ibu berhijab kedapatan membawa bensin yang disimpan di dalam air mineral. Kejadian itu terekam lewat video amatir yang beredar di kalangan wartawan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini