Kualitas Sperma Buruk? Jajal Konsumsi Makanan Ini, Dijamin Tokcer

Kualitas sperma bergantung pada banyak faktor, tidak hanya genetik, tetapi lingkungan, gaya hidup dan, khususnya, makanan, yang baru mulai dipahami oleh para ilmuwan.

Bimo Aria Fundrika
Rabu, 11 November 2020 | 20:26 WIB
Kualitas Sperma Buruk? Jajal Konsumsi Makanan Ini, Dijamin Tokcer
Ilustrasi sperma laki-laki. (Shutterstock)

SuaraJakarta.id - Buruknya kualitas sperma menjadi salah satu faktor dalam sulitnya memiliki anak. Padahal, bagi pasangan, terutama yang baru menikah, memiliki anak tentu menjadi impian. 

Oleh sebab itu penting untuk mengetahui dan mencari solusi akan buruknya kualitas sperma itu. Kualitas sperma bergantung pada banyak faktor, tidak hanya genetik, tetapi lingkungan, gaya hidup dan, khususnya, makanan, yang baru mulai dipahami oleh para ilmuwan.

Sekarang, peneliti nutrisi telah menunjukkan pada manusia untuk pertama kalinya efek makanan tertentu terhadap kualitas sperma. Dalam hal ini, kacang pohon, yaitu almond, hazelnut, dan walnut.

Mereka menemukan bahwa orang sehat yang menjalankan "pola makan gaya Barat", yang biasanya tinggi daging merah, makanan olahan, dan gula, yang makan kacang-kacangan tersebut menikmati manfaat langsung bagi profil genetik benih mereka.

Baca Juga:Bolak-balik Ejakulasi, Bisakah Sperma Habis?

Sperma (Freepik)
Sperma (Freepik)

Penelitian baru ini didasarkan pada temuan sebelumnya yang menunjukkan peningkatan sperma secara keseluruhan, termasuk motilitas dan jumlah, untuk pemakan kacang biasa.

Namun, para peneliti dari Universitas Utah dan Universitas Rovira i Virgili, di Tarragona, Spanyol, mengambil studi tahun 2018 itu selangkah lebih jauh, untuk memeriksa proses molekuler di balik bagaimana konsumsi kacang mengubah kualitas sperma dalam jangka waktu yang relatif pendek - sebuah proses yang disebut metilasi.

Uji klinis acak mereka melibatkan sekelompok 72 peserta yang sehat, tidak merokok, dan berjiwa muda. Sementara 48 di antaranya diminta untuk memasukkan 60 gram (lebih dari 2 ons) kacang pohon per hari ke dalam makanan mereka selama 14 minggu, sementara 24 sisanya melanjutkan gaya hidup khas mereka dan pola makan Barat.

Pada akhir periode, mereka yang menjalani diet kaya kacang menunjukkan 36 daerah genom DNA sperma mereka yang "dimetilasi secara berbeda secara signifikan" dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dari wilayah tersebut, 97,2 persen dianggap "hipermetilasi".

Singkatnya, segenggam kacang sehari bisa membantu menjauhkan masalah kesuburan.

Baca Juga:Pengobatan Kanker Dapat Pengaruhi Ejakulasi, Adakah Efek Samping Lain?

Para peneliti mengatakan pekerjaan mereka, yang sekarang diterbitkan dalam jurnal Andrology, adalah bukti kuat pertama bahwa mengunyah kacang memiliki manfaat langsung bagi banyak pria, terutama di Amerika.

“Pekerjaan ini menunjukkan bahwa ada beberapa daerah sensitif dari epigenom sperma yang merespons diet, dan yang dapat mengakibatkan perubahan pada sperma dan kemampuannya untuk membuahi,” kata penulis utama Albert Salas-Huetos dalam siaran pers universitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak