Teknologi Nuklir Masuk Pesantren Tangerang Selatan, Benih Mutan Bawa Berkah

Cabai yang besar, pepaya yang montong, bayam yang rimbun dan hijau, terong yang gemuk dan jagung yang mengkilat.

Pebriansyah Ariefana
Minggu, 15 November 2020 | 18:23 WIB
Teknologi Nuklir Masuk Pesantren Tangerang Selatan, Benih Mutan Bawa Berkah
Inovasi Teknologi Nuklir di BATAN (Suara.com/Wivy)

Tetapi, kemudian bio gas itu dihentikan lantaran dari toren tempat penampungan bio gas meledak. Ada satu meledak akibat adanya kebocoran.

"Meledaknya nggak terlalu kencang, seperti letusan balon dan nggak bahaya. Setelah itu, akhirnya nggak kita pakai sampai sekarang karena nggak bisa diperbaiki," tutur Ebas salah satu pengasuh pesantren.

Sebetulnya, pihak ponpes berharap bio gas tersebut dapat digunakan lagi. Tetapi, terkendala modal.

Diperkirakan, butuh Rp 15 juta untuk membuat satu paket petalatan bio gas dengan kotoran sapi itu.

Baca Juga:Siapapun Menang Pemilu AS, Tak Pengaruhi Kebijakan Iran ke Washington

Pondok Pesantren Nurul Ihsan (Suara.com/Wivy)
Peternakan di Pondok Pesantren Nurul Ihsan (Suara.com/Wivy)

Suara.com keliling pesantren untuk melihat bekas lahan lokasi penanaman bibit mutan. Kini lahan itu hanya tersisa beberapa meter. Lahan itu kini dimanfaatkan oleh para santri unuk menanam singkong dan cabai.

Pondok Pesantren Nurul Ihsan cukup luas. Masuk ke sana tidak terhalang gerbang atau pagar, 'loss' pesantren terlihat dari luar.

Ada masjid megah di depan pondok, di kelilingi sekira dua bangunan asrama santri bertingkat. Di belakang ponpesnya, ada kandang sapi dan empat ekor sapinya sedang memakan rumput.

Di belakang kandang itulah, ada bekas lahan tanam mutan kerjasama dengan Batan. Diperkirakan, luasnya mencapai 1 hektar. Tetapi, tidak semua dimanfaatkan, hanya beberapa ratus meter saja yang dimanfaatkan.

Terkini, lahan itu sudah beralih kepemilikan dan fungsi menjadi lahan perumahan. Sudah ada tembok besar di sana menjadi pembatas lahan perumahan dengan lahan ponpes. Sudah ada puluhan rumah yang berdiri, tapi masih ada lahan yang tersisa dan cukup luas.

Baca Juga:Bapeten Tingkatkan Keselamatan dan Keamanan Energi Nuklir Lewat IKKN

Pondok Pesantren Nurul Ihsan (Suara.com/Wivy)
Pondok Pesantren Nurul Ihsan (Suara.com/Wivy)

Beruntung, ada sedikit lahan yang tersisa berukuran sekira luas 3x10 meteran. Lahan itu, dimanfaatkan untuk lahan tumpang sari. Mulai dari singkong, cabai dan pisang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini