6. Blackberry

Blackberry kaya akan antosianin dan senyawa fenolik seperti flavonol dan ellagitannin. Semua ini berkontribusi pada efek antioksidan buah yang selanjutnya membantu mencegah penyakit neurodegeneratif terkait usia seperti alzheimer, penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit inflamasi seperti radang sendi.
7. Kacang Hitam
Kacang hitam mengandung sejumlah besar karbohidrat yang tidak dapat dicerna, yang berhubungan dengan rendahnya kolesterol serum, efek glikemik rendah, dan risiko rendah kanker usus besar. Mereka diketahui dapat mencegah risiko penyakit metabolik karena kandungan seratnya yang tinggi dan juga memiliki kapasitas antioksidan melawan berbagai penyakit.
8. Biji Wijen Hitam
Biji wijen hitam berperan penting dalam mencegah penyakit terkait jantung dan aterosklerosis serta menurunkan kadar kolesterol total dan lemak darah. Mereka juga dikenal karena sifat anti-penuaan, anti-kanker dan anti-inflamasi. Biji wijen hitam menunjukkan efek positif pada kesehatan ginjal dan tulang.
Baca Juga:Bisa Dicoba, Ternyata Makanan dan Minuman Ini Bisa Redakan Nyeri Haid
9. Kedelai Hitam

Kedelai hitam berasal dari keluarga kedelai kuning yang digunakan untuk pembuatan produk kedelai seperti tahu dan tempe. Fitokimia dalam kedelai hitam memiliki nilai terapeutik. Mereka membantu mencegah penyakit seperti diabetes, kanker, kerusakan otak, dan alzheimer
10. Jamur Black Forest
Jamur hitam atau black fungus merupakan jamur liar yang dapat dimakan menyerupai bentuk telinga manusia. Mereka memiliki efek perlindungan terhadap penyakit neurodegeneratif, masalah pencernaan, pertumbuhan bakteri, kolesterol tinggi, dan kesehatan hati. Jamur hitam banyak digunakan dalam pengobatan tradisional selama ratusan tahun.