SuaraJakarta.id - Tak terasa 20 tahun sudah Riyanto meninggalkan dunia yang fana ini. Anggota Banser NU itu menjadi pahlawan bagi jemaat Gereja Eben Hezer, Mojokerto, Jawa Timur.
Dia rela berkorban nyawa menjadi tameng serangan bom pada malam Misa Natal 2000 silam. Aksi heroiknya itu membuatnya dikenang sebagai pahlawan toleransi.
Sosok Riyanto Banser NU hingga kini masih terkenang sebagai seorang pahlawan kemanusiaan yang menyelamatkan jemaat Hereja Eben Hezer, Mojokerto, Jawa Timur.
![Foto almarhum Riyanto dan baju seragam Banser NU miliknya yang koyak karena bom. [Net]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/12/23/69201-riyanto-banser-nu.jpg)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membagikan ulang video rekaman Pendeta Yerry Pattinasarany yang mengenang sosok Riyanto Banser NU.
Baca Juga:Hanya 70 Persen Jemaat yang Hadiri Langsung Misa Natal di Katedral Hari Ini
Yeery Pattinasarany menuturkan, setiap Natal dia selalu mengingat Riyanto yang harus senantiasa dikenang oleh umat Kristiani.
"Saya pendeta Yerry Pattinasarany, sebentar lagi Natal dan saya selalu merenenungkan dan mengingat satu orang bernama Riyanto," ungkap Pendeta Yeery Pattinasarany seperti dikutip Suara.com.
Bukan tanpa sebab, menurut dia Riyanto menjadi sosok yang harus sangat disegani karena keberanian dan kerelaannya membela sesama manusia tanpa membeda-bedakan latar belakang agama.
"Seorang muslim Banser NU yang ditegaskan gereja ketika melangsungkan kebaktian malam Natal tahun 2000 di Gereja Ebeneser di Mojokerto. Ketika ibadah sedang berlangsung, Riyanto melihat benda yang ternyata adalah bom, dengan inisiatif dia mengambil bom tersebut dan mengizinkan bom meledak di tubuh," terang Pendeta Yeery Pattinasarany.
"Tubuhnya tergurai, juga nyawanya. Dia kehilangan nyawanya demi menyelamatkan nyawa orang-orang Kristen yang sedang beribadah pada malam Natal saat itu," sambungnya.
Baca Juga:Bikin Haru, Mutia Ayu Kenang Natalan Bareng Mendiang Glenn Fredly
Riyanto adalah seorang muslim yang dulu menyelamatkan jemaat Gereja Eben Haezer Mojokerto dari serangan bom.
- 1
- 2