Pengubur Jenazah Covid di TPU Bambu Apus Kerja Lebih Extra saat Hujan Turun

Bekerja di kondisi tanah lumpur itu pertama menguras tenaga petugas.

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah
Selasa, 26 Januari 2021 | 15:13 WIB
Pengubur Jenazah Covid di TPU Bambu Apus Kerja Lebih Extra saat Hujan Turun
Petugas menggali makam untuk jenazah pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur. (Suara.com/Bagaskara)

SuaraJakarta.id - Beberapa hari terakhir sejumlah wilayah di Jakarta kerap diguyur hujan baik intensitas sedang hingga lebat. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas penggali dan pengubur jenazah covid-19 di TPU Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, Selasa (26/1/2021) jenazah covid-19 terus berdatangan ke TPU Bambu Apus untuk dimakamkan. Berdasarkan data, rata-rata petugas bisa menguburkan jenazah covid sebanyak 38 perharinya.

Namun, hujan yang mengguyur akhir-akhir ini menambah berat pekerjaan para penggali pusara dan pengubur jenazah covid. Kondisi tanah becek membuat para petugas bekerja extra dua kali lipat dari biasanya.

"Fisik terkuras tenaga kemudian pikiran konsentrasi untuk para petugas terganggu," kata Haerudin (52) salah satu pengubur jenazah covid di TPU Bambu Apus.

Baca Juga:Pandemi di Jakarta: Jenazah Antre Dimakamkan di TPU Bambu Apus

Hal itu juga dikatakan oleh Penanggung Jawab Pelaksana Pemakaman Covid-19 di TPU Bambu Apus, Muhaemin saat ditemui di lokasi. Menurutnya, hujan memang membuat para petugas bekerja lebih dari biasanya.

"Pertama jelas bila bekerja di kondisi tanah lumpur itu pertama menguras tenaga petugas," tuturnya.

Kemudian tetesan hujan dikhawatirkan masuk ke dalam peti-peti jenazah covid. Belum lagi tanah untuk mengubur pusara juga dikhawatirkan terbawa arus air hujan.

"Kalau kemarau kan panas, kalau sedikit terbuka dengan panas cuacanya dingin kemudian terbawa tetesan air itu yang dikhawatirkan," ungkapnya.

Kendati begitu, para petugas senantiasa terus melaksanakan tugasnya meski di bawah guyuran hujan. Hal itu justru menuntut para petugas bekerja secara profesional.

Baca Juga:Ambulans Pengangkut Jenazah Covid-19 Mengantre di TPU Bambu Apus

"Ya itu bagian dari pada resiko. Kita tetap bekerja," kata Haerudin.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini