"Yang terpenting bahwa dari keterangan dokter dan dari perawatan-perawatan yang ada bahwa saudara Soni Eranata ini sakit. Sakitnya sensitif yang bisa membuat nama baik keluarga juga bisa tercoreng kalau kami sebutkan di sini," katanya.
Sebelum meninggal dunia, Ustadz Maaher sempat dikabarkan sakit keras. Kabar itu diungkapkan oleh pegiat media sosial Denny Siregar.
Lewat akun Twitter @Dennysiregar7 tampak mengunggah foto Ustadz Maaher yang sedang menangis.
Dia mengaku terenyuh saat mengetahui kabar Ustadz Maaher sedang sakit keras.
Baca Juga:Novel Sebut Maaher Derita Penyakit Kulit karena Penanganan Medis Buruk
"Dengar-dengar Maaher lagi sakit keras. Entah kenapa sesudah nonton video dia nangis, gua terenyuh juga. Ternyata hatinya Rinto," kicau Denny seperti dikutip Suara.com, Jumat (22/1).
Saat kabar itu mencuat, Kuasa Hukum Maaher, Djudju Purwantoro pun membeberkan. Dia bahkan sempat berencana mengajukan permohonan kepada penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri untuk bisa merujuk kliennya ke RS Ummi Bogor, Jawa Barat.
Alasannya, lantaran RS Ummi Bogor memiliki rekam medis Ustadz Maaher. Sebab, sebelum ditahan Ustadz Maaher kerap berobat di sana terkait penyakit lambung yang dideritanya.
"Karena ada rekam medis, sejak awal sakitnya sebelum (Maaher) ditahan," beber Djudju.
Baca Juga:Penyebab Tewas Disoal Novel KPK, Polri: Maaher saat Ditahan Tidak Sakit