"Kalau itu roboh (karena banjir) saya mau marah sama siapa, itu alam. Tapi posisi robohnya ke depan, (sementara) air dari depan masa robohnya ke depan. Harusnya (pagar betonnya roboh) ke belakang," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Asep (28)—salah satu putra almarhum Munir—mengatakan awal mula ayahnya membeli rumah itu pada 2016 melalui pelelangan.
"Pada tahun 2019, enggak tahu kepemilikannya seperti apa, dari ahli warisnya itu tiba-tiba mengaku jalan itu dijual, dipagarlah jalan itu. Tapi saat itu kami masih dikasih akses masuk, cuma bisa satu motor," ujarnya, Jumat (12/3/2021).
Baca Juga:Kronologi Akses Rumah Warga di Ciledug Dipagar Beton
Saat hujan membanjiri kawasan tersebut pada, Minggu (21/2/2021) lalu, pagar beton tersebut roboh.
Pihak Ruli menduga pagar beton itu dihancurkan oleh keluarga almarhum Munir. Dampaknya, akses rumah keluarga Munir ditutup pagar beton secara total oleh ahli waris pemilik tanah, beberapa hari kemudian.
"Nah kemarin tuh sempat roboh tuh. Setelah banjir itu, (ditutup total lah dengan pagar beton dan) malah ditambah kawat (berduri) segala macam," tuturnya.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim
Baca Juga:Viral Akses Rumah Warga Ciledug Ditutup Pagar Beton, Begini Kronologinya