Gangguan Jiwa Akut, Penyayat Leher Perawat di Bandara Soetta Dibebaskan

"Yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan akut yang memerlukan perawatan berkelanjutan."

Rizki Nurmansyah
Rabu, 17 Maret 2021 | 06:30 WIB
Gangguan Jiwa Akut, Penyayat Leher Perawat di Bandara Soetta Dibebaskan
Ilustrasi pembebasan oleh polisi.

SuaraJakarta.id - Polresta Bandara Soekarno-Hatta membebaskan tersangka, RA penyayat leher perawatnya, Deri Winanto (32). Itu lantaran pelaku alami gangguan jiwa akut.

Kasatreskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho mengatakan, pembebasan penyayat leher perawat itu berdasarkan hasil observasi pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Soehaeto Heerdjan, Jakarta Barat.

"Yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan akut yang memerlukan perawatan berkelanjutan," ujar Alex dalam keteranganya, Selasa (16/3/2021) malam.

Alex mengatakan saat ini RA masih berada di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan.

Baca Juga:Di Luar Dugaan! Jawaban ODGJ Soal Narkoba Bikin Warganet Tercengang

Sebab pihak keluarga meminta untuk dilakukan perawatan terlebih dahulu.

"Untuk RA sesuai dengan permintaan keluarga dilakukan perawatan kembali di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan," katanya.

Atas dasar ini, pihak korban memilih untuk tidak menuntut tindakan RA.

Menurutnya, pelaku tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, lantaran mengalami gangguan jiwa akut.

"Tidak menuntut karena tahu keadaan tersangka yang tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya karena gangguan kejiwaan," tutupnya

Baca Juga:Heboh! Orang Diduga Alami Gangguan Jiwa Panjat Plafon GOR Ciracas

Sebelumnnya diberitakan, Polisi melakukan pembataran penahanan—penundaan penahanan sementara—terhadap RA (19), pelaku penganiayaan perawat pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Deri Winanto (32).

Hal ini dikarenakan pelaku sedang dilakukan observasi di RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan Grogol, Jakarta Barat, Jumat (26/2/2021) malam WIB.

"Pelaku (jika hasil observasi dinyatakan ganguan jiwa) maka melalui mekanisme gelar perkara kemungkinan besar akan dihentikan proses penyidikan," ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho dalam keterangannya, Minggu (28/2/2021)

Alex juga menjelaskan kronologi penyerangan yang terjadi di area parkir mobil Terminal II Bandara Soetta, Tangerang, pada Jumat (26/2) dini hari.

Alex menyebut jika peristiwa itu bermula saat pelaku cekcok dengan orang tuanya dan ngotot untuk berlibur ke Bali pada Kamis (25/2) sore.

Selanjutnya, orang tua RA menghubungi Deri, perawat pelaku di Yayasan Dhira Suman Tritoha yang menangani penderita gangguan kejiwaan dan ketergantungan narkoba. Mereka selanjutnya menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Setibanya di lokasi, mereka pun mencari RA. Pada Jumat (26/2) sekira pukul 00.55 WIB, Deri bertemu dengan RA.

Namun, saat bertemu, pelaku tanpa banyak bicara lalu menyayat leher perawat dengan pisau cukur hingga terluka.

Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak