Kemenkes Lacak Jejak Kasus Virus Corona Baru E484K di Jakarta

Termasuk jejak pasien positif virus corona E484K.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 05 April 2021 | 18:33 WIB
Kemenkes Lacak Jejak Kasus Virus Corona Baru E484K di Jakarta
Ilustrasi Varian Baru Virus Corona (Suara.com/Tika Nindra)

SuaraJakarta.id - Kementerian Kesehatan lacak jejak kasus virus corona baru E484K masuk Jakarta. Termasuk jejak pasien positif virus corona E484K.

Hal itu dikonfirmasi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Siti Nadia mengatakan pemeriksaan spesimen E484K dilakukan oleh otoritas terkait di Indonesia sejak Februari 2021.

"Iya, di wilayah DKI Jakarta," katanya saat dikonfirmasi Antara melalui pesan singkat terkait temuan kasus pertama E484K di Indonesia, Senin (5/4/2021).

Baca Juga:Mutasi E484K Terdeteksi di Indonesia, Satgas Covid-19 Lakukan Ini

"Tetapi dilaporkannya (temuan kasus) pada dua atau tiga hari yang lalu di GISAID oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman," katanya.

Eijkman adalah lembaga penelitian pemerintah yang bergerak di bidang biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran. Lembaga ini bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.

Sementara GISAID merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang bank data yang saat ini menjadi acuan untuk data genom virus corona SARS- CoV-2.

Namun, Siti Nadia belum memberikan keterangan lebih rinci terkait informasi seputar varian virus Corona E484K yang dimaksud.

Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus tersebut, Siti Nadia beserta jajaran terkait sedang melakukan pelacakan kasus untuk mendeteksi potensi penularan penyakit berdasarkan kontak erat.

Baca Juga:Virus Corona Baru E484K Masuk Jakarta, Kasus Pertama di Indonesia

"Kita sedang melaksanakan pelacakan kasus kontak," katanya.

REKOMENDASI

News

Terkini