Cerita Pemulung TPA Cipeucang Mengais Rupiah: Lebih Baik daripada Mengemis

"Kita bersyukur, walaupun kerja hina, anak Alhamdulillah ada yang SMA dan SMP," kata Ramita, seorang pemulung di TPA Cipeucang.

Rizki Nurmansyah
Selasa, 06 April 2021 | 08:05 WIB
Cerita Pemulung TPA Cipeucang Mengais Rupiah: Lebih Baik daripada Mengemis
Sejumlah pemulung tengah mengais rezeki di tumpukan sampah TPA Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). [Suara.com/Wivy]

Pakaiannya sederhana, cukup kaos oblong dan celana jeans pendek. Lengkap dengan sepatu bots. Tetapi, dia tak memakai masker dan sarung tangan.

Seharian, dia bisa menghasilkan 50 kilogram sampah daur ulang berbagai macam mulai dari kardus, botol plastik dan besi. Sampah tersebut, dia kumpulkan dan akan dijual setiap seminggu sekali.

Setiap kilo sampah daur ulang yang dicampur dihargai Rp 1.700 per kilogram. Dalam seminggu, rata-rata dia bisa mendapat Rp 500 ribu.

Penghasilan itu jauh dari kata cukup. Sebab, Ramita harus mencukupi kebutuhan dia dan istrinya, serta lima anaknya.

Baca Juga:Viral Nasi Sedekah Dibuang Begitu Saja oleh Pemulung, Warganet Murka

Anak paling besar kini duduk di bangku SMA satu di SMP dan tiga lainnya masih berusia 7 tahun, 5 tahun dan paling kecil sekira 1 tahunan.

Meski begitu, Ramita tetap bersyukur tetap bisa menghidupi keluarganya dan menyekolahkan dua anaknya.

"Dipikir mah nggak cukup. Sehari buat jajan anak yang usianya 7 tahun aja Rp 20 ribu. Belum yang lainnya. Kita bersyukur, walaupun kerja hina, anak Alhamdulillah ada yang SMA dan SMP. Walaupun kayak orang gila, yang penting anak bisa sekolah," papar pria bertato itu.

Dia memilih menyekolahkan anaknya di Cilacap tempat mertuanya, agar bisa fokus sekolah dan tidak diejek oleh temannya karena orangtuanya berprofesi sebagai pemulung.

Ramita (45), seorang pemulung usai mengais rezeki di tumpukan sampah TPA Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). [Suara.com/Wivy]
Ramita (45), seorang pemulung usai mengais rezeki di tumpukan sampah TPA Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). [Suara.com/Wivy]

Sementara itu, seorang pemulung lainnya bernama Yanto, sudah lebih lama dibandingkan Ramita menjadi pemulung di TPA Cipeucang. Ia sudah 15 tahun jadi pemulung atau sejak 2006.

Baca Juga:Viral Pemulung Buang Nasi Sedekah, Warganet Marah Lihatnya

Bapak satu anak itu mengaku, dalam seminggu dia bisa menghasilkan satu kwintal sampah daur ulang campuran atau gabrugan. Dari hasil itu, dia mendapat sekira Rp 170.00 setiap minggunya.

Selain karena susah mencari pekerjaan, Yanto memilih berprofesi sebagai pemulung karena bebas. Tak ada yang mengatur dan mengekangnya.

"Kalau pemulung itu enak, bebas enggak ada yang ngatur dan ngelarang. Semau kita aja. Kalau mau dapat duit ya mulung," katanya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, dirinya pun khawatir akan ancaman dari virus tersebut. Tetapi, dia tak bisa berbuat banyak.

Yanto mengaku, tak pakai masker saat memulung lantaran terlalu pengap sehingga membuatnya kesulitan bernapas.

"Ngeri sih ngeri, cuma ya mau gimana lagi. Kalau mulung nggak pakai masker, tapi kalau keluar area TPA tetap pakai masker mengikuti himbauan pemerintah," ungkap Yanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak