alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cipinang Melayu Banjir Lagi, Wagub DKI: Akibat Pembangunan GBK

Erick Tanjung Kamis, 15 April 2021 | 19:33 WIB

Cipinang Melayu Banjir Lagi, Wagub DKI: Akibat Pembangunan GBK
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta. [Antara/Livia Kristianti]

Waktu dibangun GBK kan diuruk, dan tanahnya diambil dari mana-mana termasuk di Cipinang Melayu, kata Riza.

SuaraJakarta.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta menyebut banjir yang kerap melanda Cipinang Melayu salah satunya akibat pembangunan kawasan olahraga Gelora Bung Karno atau GBK.

Riza menyebut akibat pembangunan kawasan olahraga tersebut yang membutuhkan tanah cukup banyak, untuk menguruk kawasan GBK dan pembangunannya.

"Waktu dibangun GBK kan diuruk, dan tanahnya diambil dari mana-mana, termasuk di sana (Cipinang Melayu) di antaranya lalu juga di Kalibata, Condet. Akhirnya dari lokasi yang diambil tanahnya itu, terjadi kubangan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Kemudian, lanjut Riza, akibat sulitnya mencari lahan, tanah cekungan yang lebih rendah dari sekitarnya itu dibangun oleh masyarakat menjadi pemukiman.

Baca Juga: Banjir Rendam Cipinang Melayu, Wagub DKI Ungkit Proyek GBK Penyebabnya

"Akhirnya kalau hujan jadi kubangan, karena memang letaknya itu udah pasti di bawah permukaan laut," ucap Riza.

Lebih lanjut, Riza Patria menilai rumah susun panggung akan menjadi salah satu solusi banjir menahun atau kerap terjadi setiap tahun di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

"Akan ada solusi, nanti dari Sumber Daya Air (SDA) mencarikan solusi terkait titik-titik sesuai kontur tanahnya, di antaranya konsep rumah susun baik sewa atau milik," tuturnya.

Riza menyebutkan bahwa rumah susun di Cipinang Melayu, Jakarta Timur akan memiliki bagian bawah yang kosong menyerupai basemen. Harapannya, kata Riza agar ketika banjir melanda kawasan itu, ruang bawah rusun akan menjadi tempat penampungan air.

"Ketika kemarau menjadi basemen jadi tempat bermain anak-anak dan sebagainya, tapi ketika hujan, banjir, itu menjadi tempat penampungan air," katanya.

Baca Juga: Wagub Belum Punya Solusi Bagi Korban Kebakaran Pasar Inpres & Pasar Kambing

Banjir beberapa kali merendam permukiman warga di wilayah Cipinang Melayu. Banjir terakhir terjadi pada Rabu, 14 April 2021 hingga Kamis dinihari, 15 April 2021. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait