SuaraJakarta.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang takmir masjid mengusir warga yang menggunakan masker di dalam masjid di Bekasi, viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di Masjid Al Amanah, Medan Satria, Kota Bekasi.
Dalam video yang viral di media sosial, takmir tersebut berucap, pemakaian masker cocoknya dipakai saat di pasar, bukan di masjid.
"Jangan pakai masker, kalau pakai tidak ada perbedaannya ini (masjid) dengan pasar," ucap seorang berjanggut dan memakai jubah dalam video tersebut.
Baca Juga:Habis Viral, Masjid Masjid Al Amanah Izinkan Jamaah Sholat Pakai Masker
Terkait ini, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi angkat bicara. Ia menyesalkan peristiwa warga bermasker dilarang saat hendak salat di masjid tersebut.
![Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat berada di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Rabu (3/3/2012).[Suara.com/Imam Faisal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/03/03/62392-wali-kota-bekasi-rahmat-effendi.jpg)
Pasalnya, kata dia, Pemkot Bekasi telah menerapkan standar pengendalian Covid-19 di kegiatan umum dan sarana-sarana rumah ibadah.
Hal itu pun tercermin dari pelaksanaan Salat Idul Fitri 2020, di mana Pemkot Bekasi meminta setiap masjid membentuk panitia untuk memastikan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
"Pertama kita menyesalkan, bahwa sejak maret 2020 Pemerintah Kota Bekasi itu sudah punya standar pengendalian Covid-19, baik di kegiatan umum maupun juga di sarana-sarana rumah ibadah. Bahkan pada saat kita melaksanakan Idulfitri 2020, kita minta di masjid itu ada panitia-panitia untuk supaya prepare terhadap prokes Covid-19. Saya Wali Kota Bekasi menyesalkan kejadian di salah satu rumah ibadah, di Tanah Apit Medan Satria," kata Rahmat di Bekasi, Senin (3/5/2021).
Dia menyatakan, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam pengendalian Covid-19 untuk menerapkan protokol kesehatan.
Baca Juga:Viral Pengurus Masjid Usir Jamaah Bermasker, Ini Kata Polisi
"Maka kalau orang prokes-prokes itu kita ini sangat konsisten menerapkan prokes. Makanya sampai dengan Senin tadi, apel, 98 persen adalah angka kesembuhan. 0,79 kasus aktif. Artinya sudah sangat jauh di bawah," ujarnya.
- 1
- 2