Namun, ia mengaku lolos dari penyekatan tanpa hambatan selama perjalanan.
“Saya siasati melakukan perjalanan di malam hari. Memang banyak pos penyekatan, tapi pos itu tidak ada yang jaga. Bahkan sampai masuk Semarang ini,” tambahnya.
Ia meyakini, selama angkutan bus masih beroperasi, tak ada keraguan baginya untuk mudik ke kampung halaman.
“Selama ada bus malam masih beroperasi masih diizinkan, saya percaya,” katanya penuh keyakinan.
Baca Juga:Pelarangan Mudik Pelabuhan Merak, Kendaraan Ini Tetap Boleh Melintas
Dengan kayakinan itu, Didik akhirnya sukses menempuh perjalanan panjang ke timur sejauh 453 dari Jakarta ke Semarang dan berakhir di kampung halamannya di Boyolali meskipun tanpa dilengkapi dokumen surat bebas Covid-19.
Didik mengatakan, mudik menggunakan Bajaj kesayangannya itu tidak kali ini saja dilakukan.
Ia mengaku sudah empat kali mudik menggunakan Bajaj. Menurutnya, mudik menggunakan armada roda tiga itu. Apalagi bisa lebih irit dan lebih fleksibel.
“Bisa leluasa dan bisa untuk silaturahmi ke keluarga,” tutupnya.
Baca Juga:3.000 Bus Berstiker Khusus Disiapkan Buat Layani Bepergian Selain Mudik