
Di era kepemimpinan Gubernur Jakarta, Ali Sadikin makana khas Betawi ini mulai dipromosikan.
Dalam perkembangannya kerak telor dapat dijumpai kapan saja dan banyak ditemukan di pinggiran jalan kota Jakarta dan destinasi wisata.
Variasi Kerak Telor
Selain beras ketan sebagai bahan dasar makanan tradisional satu ini, kerak telor menggunakan dua pilihan telur untuk pembuatannya, yaitu telur ayam dan telur bebek dengan isian berbeda-beda seperti ebi (udang kering yang diasinkan) disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang telah dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam, dan gula pasir.
Baca Juga:Kabar Buruk, Matthijs de Ligt Cedera Jelang Euro 2020
Untuk kamu yang tidak ada di Jakarta tak perlu sedih, karena makanan khas Betawi ini dapat kamu coba hingga buat sendiri di rumah lho, apa saja bahan-bahan serta bagaimana cara membuat kerak telor?
Ini dia resep kerak telor:

Bahan
- 6 butir telur bebek atau ayam
- 300 gr beras ketan, direndam satu malam
- 75 gr ebi, direndam, dihaluskan, disangrai
- 150 gr bawang merah goreng
- Bahan taburan
- 400 gr kelapa setengah tua parut kasar
- 4 sendok teh gula pasir
Bumbu halus
- 4 buah cabai keriting
- 3 cm jahe
- 4 cm kencur
- 1 sdt garam
- 4 sdt gula pasir
- 1 sdt merica
Cara membuat kerak telor
Baca Juga:Dilaporkan Serobot Tanah Tetangga di Kebon Jeruk, Begini Klarifikasi WNA Belanda
- Taburan, sangrai kelapa dan bumbu halus sampai kering dan bumbu meresap. Tambahkan gula pasir. Aduk rata.
- Panaskan wajan. Sendokkan beras ketan lalu tipiskan. Diamkan 3 menit. Pecahkan 1 butir telur.
- Tambahkan 1 sendok teh ebi, 2 sendok makan bawang merah goreng, 2 sendok makan kelapa sangrai, 1/2 sendok teh garam, dan 1/8 sendok teh merica bubuk. Kocok rata, kemudian lebarkan dan tutup wajan. Biarkan beberapa saat hingga matang dan angkat.
- Sajikan bersama taburan bubuk kelapa, ebi, dan bawang goreng.
- Voila!! jadilah kerap telur buatan dirimu sendiri, resep ini pastinya gak kalah enaknya dengan kerak telor buatan abang-abang keliling.
Kontributor : Kiki Oktaliani