facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Resmi! Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan, Kasus COVID-19 Lagi Buruk

Pebriansyah Ariefana Kamis, 17 Juni 2021 | 15:12 WIB

Resmi! Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan, Kasus COVID-19 Lagi Buruk
Simulasi PTM di SDN Cimahi Mandiri 2 Kota Cimahi pada Senin (24/5/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Sekolah di Jakarta ditutup hingga jangka waktu belum ditentukan.

SuaraJakarta.id - Sekolah tatap muka di Jakarta dihentikan. Sekolah di Jakarta ditutup hingga jangka waktu belum ditentukan.

Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti. Dia mengatakan program uji coba sekolah tatap muka di Jakarta digentikan.

"Dengan kondisi saat ini dan hasil rapat bersama antar satgas, kita putuskan saat ini tidak dilanjutkan plotting tatap muka tadi," kata Widyastuti, Kamis (17/6/2021).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perpanjang PPKM Mikto Jakarta sampai 28 Juni 2021. Sebab Jakarta genting COVID-19.

Baca Juga: 65.000 Sekolah Sudah Mulai Sekolah Tatap Muka, Paling Banyak PAUD dan SD

Kasus COVID-19 DKI Jakarta tinggi dalam beberapa pekan terakhir imbas libur lebaran. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan perpanjangan PPKM Mikro diputuskan melalui Kepgub No. 759 Tahun 2021 dan Ingub Nomor 39 Tahun 2021 karena peningkatan kasus aktif di Ibu Kota menunjukkan tren mengkhawatirkan pascalibur lebaran.

Berdasarkan data Dinkes DKI Jakarta, pada tanggal 31 Mei 2021 saja atau tepatnya saat perpanjangan PPKM Mikro sebelumnya, kasus aktif di Jakarta sudah menunjukkan angka 10.658 dengan "positivity rate" 7,6 persen dari hasil tes PCR.

"Selama dua minggu ini, kenaikannya konstan dan cenderung mengalami lonjakan hingga per 14 Juni 2021 kasus aktif di Jakarta mencapai angka 19.096 atau naik 9.000-an kasus. Bahkan, beberapa hari ini pertambahan kasusnya mencapai 2.000, 2.300, 2.400, dan 2.700 dengan kenaikan "positivity rate" yang juga signifikan di angka 17,9 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti.

Menurut Widyastuti, ada hal lain yang juga tak kalah mengkhawatirkan, yakni varian baru mutasi virus Sars-Cov-2 atau COVID-19, yakni varian yang berasal dari luar negeri, di mana transmisi virus ini sudah ada di Jakarta.

Widyastuti memaparkan, ada beberapa varian yang harus diwaspadai, terutama varian Delta B1617.2 yang sudah bertransmisi di Jakarta.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Tetap Dibuka Meski Covid-19 Meroket, Kalau Ada yang Positif Gimana?

"Varian baru ini cukup merepotkan karena mereka memiliki kemampuan tersendiri untuk menginfeksi kita, seperti kita ambil contoh varian Delta B1617.2 yang amat mudah menyebar dan varian Beta B1351 yang amat mudah membuat gejala menjadi berat atau lebih mematikan. Meskipun menurut penelitian terakhir, seluruh varian masih dapat diantisipasi dengan vaksin, tetapi ini benar-benar harus kita waspadai bersama," ujar Widyastuti.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait