RS Rujukan COVID-19 Penuh, Wali Kota Tangsel: Waiting List ICU 60 Orang Sehari

Jumlah kasus harian COVID-19 di Tangsel mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 14 Juli 2021 | 19:38 WIB
RS Rujukan COVID-19 Penuh, Wali Kota Tangsel: Waiting List ICU 60 Orang Sehari
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie ditemui di ruang kerjanya di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Jumat (7/5/2021). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]

Di sisi lainnya, kebijakan itu terbentur izin orang tua mahasiswa kesehatan yang takut anaknya terpapar COVID-19.

"Kita sudah ngobrol dengan pimpinan STIKes segala macam, pimpinannya menyetujui membolehkan, tapi orang tua mahasiswanya melarang untuk membantu kita merawat pasien COVID-19," ungkap Benyamin.

"Saya sarankan, pengabdian itu dihitung sebagai angka kredit si mahasiswa. Misalnya bantu di Puskesmas input data, membantu vaksinasi. Dan direspon oleh Wapres," sambungnya.

Perpanjangan PPKM Darurat

Baca Juga:Adik Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Meninggal Positif COVID-19

Sementara itu, Benyamin mengaku merasa dilema bila harus melakukan perpanjangan PPKM Darurat. Terlebih jika harus diberlakukan selama 6 minggu.

Pasalnya di satu sisi, pihaknya harus menekan angka kenaikan kasus COVID-19 di Tangsel dengan membatasi mobilitas masyarakat, tapi di sisi lainnya juga harus memikirkan keseimbangan ekonomi.

"Kalau saya meihat walaupun berat ya, memang masih perlu kita. Masih perlu untuk mencegah orang berkerumun, orang tidak keluar rumah. Kalau pandangan kami di Tangsel masih dirasakan perlu perpanjangan PPKM Darurat, walaupun berat," kata Benyamin saat dihubungi SuaraJakarta.id, Rabu (14/7/2021).

Benyamin menerangkan, dirinya merasa berat memperpanjang PPKM Darurat lantaran harus memikirkan perputaran ekonomi.

Menurutnya, jika masyarakat sudah mulai terbiasa dengan pola pemesanan makan dan belanja melalui online, akan membantu perputaran ekonomi selama PPKM Darurat.

Baca Juga:Pemkot Tangsel Minta Bantuan Dana ke Anies, Nilainya Rp 290 Miliar

"Nah yang kita pikirin juga pedagang kecil warung-warung kecil, lapak, tapi mau nggak mau kan. Pilihan mereka, pilihan kita semua ini mau dagangannya laku atau kesehatan ya, gitu," ungkap Benyamin.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini