Bayangkan saja, selama satu tahun, dia harus membayar sewa kios sebesar Rp.50 juta. Belum lagi tagihan listrik bulanan yang berkisar di angka Rp 900 ribu.
Untuk itu, dia hanya berharap agar PPKM Darutat segera berakhir dan bisa berjualan seperti sedia kala.
Soal penanganan COVID-19, dia berharap agar hal ini dapat diselesaikan secara serius agar manusia bisa menjalani hari-hari seperti biasanya.
"Harapan kami, ya PPKM diselesaikan saja. Tapi prokes dan penanganan COVID-19 harus benar-benar serius. Ya kayak jaga jarak gitu-gitu lah," imbuh dia.
Baca Juga:Resmi! PPKM Darurat Diperpanjang hingga Akhir Juli 2021
Sebelumnya, Pasar Senen yang berlokasi di Jakarta Pusat sepi kegiatan pada hari ke-13 pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, Jumat (16/7/2021).
Para pedagang yang masih berjualan hanyalah mereka yang menjual kebutuhan pokok seperti logistik atau bahan makanan.
Pantauan Suara.com siang ini, kegiatan jual beli hanya berlangsung di lantai dasar. Itu pun tidak semua kios yang berjualan, ada sebagian kios lain di lantai dasar yang memilih tutup sejak tanggal 3 Juli 2021 lalu.
Terpantau, mereka yang berjualan adalah pedagang buah, aneka jajanan seperti kue, hingga kebutuhan sembako. Tak hanya itu, aktivitas di Pasar Senen juga terpantau lengang.
Pada lantai satu hingga lantai dua Pasar Senen, terlihat tidak ada aktivitas jual beli sama sekali. Suasana sepi makin menjadi dengan lampu ruangan yang mati hingga sebagian besar kios memilih tutup.
Baca Juga:PPKM Darurat dan Omzet Turun, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Menjerit
Rata-rata, mereka yang berjualan di lantai satu dan dua adalah para pedagang pakaian, plakat, hingga kebutuhan non pangan. Terpantau, ada satu hingga dua pedagang non pangan yang masih mendatangi kiosnya untuk sekedar membereskan barang dagangan hingga membersihkan kios.