alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pukul Tetangga Hingga Tewas, Pelaku Ternyata Punya Kemampuan Bela Diri

Erick Tanjung | Muhammad Yasir Selasa, 27 Juli 2021 | 20:37 WIB

Pukul Tetangga Hingga Tewas, Pelaku Ternyata Punya Kemampuan Bela Diri
Pria paruh baya tewas dianiaya tetangganya di Duri Kosambi, Jakbar gara-gara perkara kotoran anjing. (tangkapan layar/Instagram)

"Kebetulan pelaku dulu mantan bela diri lah. Karena tenaga, dan korban juga sudah lumayan tua," kata Bintang.

SuaraJakarta.id - Fakta baru terungkap dibalik kasus penganiyaan seorang tetangga terhadap pria berinisial AH (59) di Perumahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Terungkap bahwa pelaku yang memukul korban hingga tewas itu ternyata memiliki kemampuan bela diri.

Hal itu diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Bintang. Menurut Bintang selain karena usia korban yang telah tua, kekuatan pukulan pelaku diduga sebagai pemicu meninggalnya korban.

"Kebetulan pelaku dulu mantan bela diri lah. Karena tenaga, dan korban juga sudah lumayan tua," kata Bintang kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

AH sebelumnya dianiaya oleh  pria berinisial JA hingga tewas. Tindak penganiayaan ini dilakukan JA lantaran kesal anjing peliharaan korban mengotori kediamannya di Perumahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca Juga: Gara-gara Kotoran Anjing, Pria di Cengkareng Dipukul Tetangga Hingga Tewas

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (24/7) pekan lalu. Awalnya, putri korban berinisial A mengajak main anjing peliharaannya berkeliling sekitar rumah. Tiba-tiba anjing tersebut terlepas dan buang kotoran di rumah pelaku.

Pelaku yang tak terima lantas memarahi putri korban. Ketika itu, pelaku bahkan menantang putri korban untuk membawa bapaknya bertemu dengannya.

"Mungkin bapaknya nggak terima kalau anaknya dimarahin. Cekcok disitu, akhirnya dipukul di bagian pipi," beber Bintang.

Akibat pukulan pelaku, korban pun tersungkur. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Atas perbuatannya, JA telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dia dijerat dengan Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Baca Juga: Telemedicine Tak Jangkau Seluruh Warga, Wakca Balaka Desak Pemprov Jabar Lakukan Ini

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait