SuaraJakarta.id - Perbedaan pamer dan bangga. Kadang untuk memberi tahu tentang prestasi, dikira pamer. Namun ternyata itu hanya cerita kebanggaan saja. Lalu bagaimana untuk membedakan perbedaan pamer dan bangga? Berikut ulasannya.
Saat mencapai sesuatu, atau memiliki hal yang selama ini sudah kamu impikan, sangatlah wajar ketika kamu ingin berbagi berita kebahagiaan dengan orang sekitar.
Hal itu bisa jadi bentuk apresiasi diri karena sudah bekerja keras, sampai akhirnya apa yang kamu inginkan tercapai.

Hanya saja, jangan sampai kamu terjebak pada sikap pamer. Karena pamer ini, tak hanya membuat kamu tak disukai oleh orang-orang sekitar, juga bisa menimbulkan iri hati dan berbahaya. Habis, sikap pamermu itu keterlaluan.
Baca Juga:Modus Jadi ART, Perempuan asal Bandar Lampung Ini Gasak Harta Para Majikan
Berikut perbedaan pamer dan bangga seperti ditulis Riva Khodijah di YourSay Suara.com:
1. Dari apa yang ditampakkan
![Ilustrasi pamer. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/03/17/94563-ilustrasi-pamer.jpg)
Orang yang pamer, hanya ingin yang lain tahu bahwa dia kaya atau berprestasi.
Tapi enggan menjelaskan bagaimana ia meraih itu semua. Yang ditampakkan cuma sisi indah saja.
Sementara orang yang sekadar bangga dengan apa yang dicapai, justru mendorong orang lain untuk tahu susah payahnya meraih apa yang ia miliki saat ini.
Baca Juga:JK Bandingkan Donasi Akidi Tio dan Hoaks Emas Padjajaran, Ade Armando: Tidak Sama
Supaya yang sedang berjuang, bisa termotivasi untuk meraih pencapaian juga.