facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keji, Balita 3,5 Tahun Dianiaya Ibu Angkat di Tangsel, Kaki Diangkat Lalu Dibanting

Rizki Nurmansyah Sabtu, 21 Agustus 2021 | 15:46 WIB

Keji, Balita 3,5 Tahun Dianiaya Ibu Angkat di Tangsel, Kaki Diangkat Lalu Dibanting
Tangkapan layar kekerasan terhadap balita yang dilakukan ibu angkat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). [Dok. Ist]

Balita malang itu mengalami luka lebam di bagian bibir dan punggung.

SuaraJakarta.id - Aksi kekerasan terhadap balita terjadi di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pelaku merupakan ibu angkat korban.

Balita berinisial B berusia 3,5 tahun mengalami luka memar di tubuh usai dibanting ke lantai oleh pelaku.

Video kekerasan itu viral di media sosial. Pelaku tampak berulang membanting balita malang itu ke lantai.

Dalam video yang diterima SuaraJakarta.id—grup Suara.com—terlihat seorang perempuan, diduga ibu angka korban, memakai kaos biru lengan pendek dan celana abu-abu mengangkat kaki balita itu lalu membanting korban ke lantai.

Baca Juga: Kasus Rekayasa Form COVID-19 Pasien di RSU Tangsel, Wali Kota Bilang Begini

Sementara sang balita yang terlihat memakai kaos oranye dan celana abu-abu, hanya bisa menangis dengan perlakuan keji pelaku.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan, Ipda Titta Puspita membenarkan adanya tindak kekerasan terhadap balita tersebut.

Titta mengatakan, aksi penganiayaan itu terungkap usai pihaknya mendapat laporan berupa video saat balita tersebut sedang dianiaya.

"Jadi kita dapat laporan dari warga soal adanya kekerasan bocah tersebut, setelah kita telusuri kejadiannya di Villa Bintaro Regency Pondok Aren," kata Titta, Sabtu (21/8/2021).

Titta menerangkan, petugas gabungan dari Polres dan Pemkot Tangsel sudah mengamankan pelaku di kediamannya. Balita malang itu juga ikut diamankan untuk mendapat perawatan.

Baca Juga: Dugaan Rekayasa Formulir Screening COVID-19 Pasien, RSU Tangsel Akui Kelalaian Petugas

Titta menambahkan, pelaku penganiayaan balita tersebut berinisial EW berusia 31 tahun. Motifnya diduga karena korban susah untuk makan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait