alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinkes Kota Tangerang: 25 Pelajar, 1 Guru dan 1 Pegawai TU Positif COVID-19

Rizki Nurmansyah Kamis, 30 September 2021 | 20:33 WIB

Dinkes Kota Tangerang: 25 Pelajar, 1 Guru dan 1 Pegawai TU Positif COVID-19
Warga menjalani tes usap PCR (Swab Test) di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Pemkot Tangerang lakukan pendampingan isolasi mandiri terhadap 27 warga sekolah mulai dari cek kesehatan hingga obat-obatan.

SuaraJakarta.id - Sebanyak 27 warga sekolah di Kota Tangerang positif COVID-19 dari hasil tes usap acak. Rinciannya yakni 25 pelajar, satu guru dan satu pegawai tata usaha yang berasal dari 15 sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni di Tangerang mengatakan, tes usap acak dilaksanakan terhadap 18 sekolah.

Sebanyak 873 sampel yang berasal dari siswa, guru dan petugas sekolah berhasil dikumpulkan.

“Hasilnya tidak membahayakan karena semua yang terpapar tercatat sudah mendapat vaksinasi. Sehingga mereka terekam medis dalam kondisi OTG (orang tanpa gejala) dan gejala ringan dengan CT value yang tinggi. Maka, potensi penularannya cukup rendah,” ujarna, Kamis (30/9/2021).

Baca Juga: Hits Health: Pandemi di Indonesia Makin Membaik, dan Vaksin Penyintas Covid-19

Dini menjelaskan tindak lanjut atau penanganan yang dilakukan Pemkot Tangerang adalah pendampingan isolasi mandiri terhadap 27 warga sekolah mulai dari cek kesehatan hingga obat-obatan.

Selain itu, melakukan penelusuran (tracing) kontak erat 1 berbanding 15 ke lingkungan keluarga, sekolah dan sosialnya.

“Dinkes juga sudah menjalin kerja sama untuk segera menggelar penyemprotan desinfektan ke 15 sekolah yang ditemukan kasus positif COVID-19. Dinkes dan Dinas Pendidikan juga sudah rapat evaluasi ke seluruh sekolah pembelajaran tatap muka (PTM), terkait penerapan protokol kesehatan yang harus diperketat,” ujarnya.

Menurut dia pencarian kasus COVID-19 di sekolah yang menerapkan PTM masih akan terus berlangsung di puluhan sekolah lainnya.

“Ini menjadi langkah dukungan Dinkes terhadap PTM di era pandemi COVID-19. Dinkes akan terus cari kasus supaya tidak terjadi klaster PTM. Segera cari, segera tangani, dan segera putus rantai penyebarannya,” kata Dini Anggraeni .

Baca Juga: Kasus COVID-19 di Singapura Naik, Karyawan Kembali Bekerja dari Rumah

Sementara itu, di lokasi yang berbeda Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, Jamaluddin menyatakan sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP), jika ditemukan warga sekolah yang terpapar COVID-19 sekolah tersebut harus ditutup sementara.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait