alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dugaan Pelecehan Verbal Bumil oleh Nakes, Wagub DKI: Diselesaikan Kekeluargaan

Rizki Nurmansyah Jum'at, 08 Oktober 2021 | 21:12 WIB

Dugaan Pelecehan Verbal Bumil oleh Nakes, Wagub DKI: Diselesaikan Kekeluargaan
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ketika diwawancarai awak media di Balai Kota, Jakarta, Jumat (30/7/2021). [ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna]

Riza melanjutkan, hingga saat ini tidak ada maladministrasi atau malpraktik yang dilakukan nakes terhadap ibu hamil itu.

SuaraJakarta.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan bahwa kasus dugaan pelecehan verbal terhadap seorang ibu hamil oleh oknum tenaga kesehatan (nakes) di salah satu Puskesmas di Jakarta Barat diselesaikan sudah secara kekeluargaan.

"Ya, sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Riza melanjutkan, hingga saat ini tidak ada maladministrasi atau malpraktik yang dilakukan nakes terhadap ibu hamil itu, namun soal pelecehan verbal masih diperiksa.

"Jadi terkait hal tersebut sampai hari ini tak ada maladministrasi atau malpraktik. Terkait masalah tersebut (pelecehan verbal) dalam proses pemeriksaan," ujarnya.

Baca Juga: Riza Patria Bantah Formula E Batal Digelar di Monas Karena Alasan Politis

Sebelumnya, Dinkes DKI Jakarta menyebutkan tengah melakukan penelusuran terkait adanya video viral di media sosial mengenai dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum nakes terhadap ibu hamil.

"Tim kami sedang turun lapangan untuk telusuri dan konfirmasi terhadap fakta lapangan yang terjadi," ujar Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes DKI, Purwadi.

Viral video dugaan adanya pecehan nakes terhadap pasien dibagikan akun tiktok @stevfannywijaya. Peristiwa itu disebut terjadi di salah satu Puskesmas di Jakarta Barat.

Pengunggah video mengaku sebagai saudara ibu hamil 9 bulan yang diduga dilecehkan oleh nakes.

"Tenaga-tenaga medis tersebut mengatakan seperti ini 'kalau tidak ada suami tidak bisa pakai BPJS, kalau ada suami baru bisa pakai BPJS', dengan nada ketus," tulis @stevfanywijjaya.

Baca Juga: Banyak Hotel Hingga Apartemen di Jakarta Pakai Air Tanah, Wagub DKI: Akan Kami Sanksi

Ia mengatakan saat kejadian, ada 3-5 bidan di tempat tersebut. Para nakes itu juga terus mengatakan kata-kata tidak pantas saat pasien sedang mengalami kontraksi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait