BPBD DKI Jakarta Prediksi Puncak Musim Hujan dan Potensi Rob Januari-Februari 2022

Periode September-November 2021 terdapat potensi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:59 WIB
BPBD DKI Jakarta Prediksi Puncak Musim Hujan dan Potensi Rob Januari-Februari 2022
Petugas BPBD DKI Jakarta mengikuti Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tingkat Provinsi DKI Jakarta, di Silang Selatan Monas, Jakarta, Rabu (13/10/2021). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]

SuaraJakarta.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta memperkirakan puncak musim hujan dan potensi rob pada rentang waktu Januari hingga Februari 2021.

"Dalam mengantisipasi genangan atau banjir maka diperlukan kesiapsiagaan sumber daya di DKI Jakarta," kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto pada apel kesiapsiagaan di Lapangan Silang Monas, Rabu (13/10/2021).

Dia menjelaskan berdasarkan informasi dari BMKG, periode September-November 2021 terdapat potensi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Sabdo mengatakan, terkait pengerahan potensi sumber daya di Jakarta untuk mengantisipasi puncak musim hujan, telah disiagakan sekitar 60-70 ribu personel. Termasuk di dalamnya keterlibatan masyarakat dan relawan.

Baca Juga:Antisipasi Musim Hujan, Anies: Kami Memerlukan Dukungan Kolaborasi Masyarakat

Sabdo juga meminta masyarakat untuk senantiasa bersiaga menghadapi puncak musim hujan tersebut.

Sedangkan dari sisi pemerintah daerah, telah digelar apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.

Pada apel tersebut dihadiri 1.458 orang terdiri dari TNI dan Polri sebanyak 280 orang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DKI sebanyak 610 orang, lembaga usaha, relawan penanggulangan bencana dan media sebanyak 568 orang.

Selain itu, pihaknya juga mengerahkan sejumlah peralatan di antaranya mobil operasional sebanyak 111 unit, motor operasional 45 unit, perahu 108 unit, tenda 16 unit, dan enam unit alat berat.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Ibu Kota memiliki tiga ancaman saat puncak musim hujan yakni rob di pesisir utara, aliran air dari 13 sungai, dan hujan deras di dalam kota.

Baca Juga:Dua Target Anies Saat Puncak Musim Hujan di Jakarta

Pemprov DKI juga menggencarkan kegiatan mengatasi dampak musim hujan di antaranya gerebek lumpur di kali dan waduk sejak 24 Maret 2021 untuk wilayah Jakarta Timur, dan dilanjutkan di empat wilayah kota lainnya secara bertahap mulai September 2021 hingga Desember 2021.

Gerebek lumpur diadakan untuk mengangkat lumpur dan sampah di dalam sungai sehingga menambah kapasitas aliran air hujan.

Pemprov DKI akan menambah pompa ekstra dan mengerahkan seluruh pompa baik mobile dan pompa pemadam kebakaran untuk mengantisipasi rob di Jakarta Utara.

Anies menambahkan DKI Jakarta juga menambah alat ukur curah hujan dari awalnya hanya tersedia di 10 kelurahan menjadi 267 kelurahan di Ibu Kota untuk antisipasi dampak musim hujan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak