alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Korban Kecelakaan TransJakarta: 300 Meter Sebelum Halte Cawang, Bus Tak Ngerem

Rizki Nurmansyah Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:19 WIB

Cerita Korban Kecelakaan TransJakarta: 300 Meter Sebelum Halte Cawang, Bus Tak Ngerem
Kondisi bus TransJakarta yang mengalami tabrakan di Cawang, Jakarta, Senin (25/10/2021). [Dok. Satlantas Polres Metro Jaktim]

Sempat merasakan kejanggalan sesaat sebelum bus TransJakarta memasuki Halte Cawang Ciliwung.

SuaraJakarta.id - Dadang (41), korban selamat kecelakaan TransJakarta, kini harus menjalani perawatan di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur. Ia merupakan satu dari 37 korban luka tabrakan dua bus TransJakarta di Jalan MT Haryono, Cawang, Senin (25/10/2021) sekitar pukul 08.40 WIB.

Dadang mengatakan, saat itu ia hendak ke tempat kerja di Bekasi dengan menumpang TransJakarta dari Pluit, Jakarta Utara. Dia berada di bus TransJakarta belakang yang menabrak bus TransJakarta lainnya yang akan menurunkan penumpang di Halte Cawang Ciliwung.

"Sebelum kejadian bus jalan normal-normal saja," kata Dadang saat jalani perawatan di RS Budhi Asih, dikutip dari Antara, Selasa (26/10/2021).

Pria asal Garut itu mengaku sempat merasakan kejanggalan sesaat sebelum bus TransJakarta memasuki Halte Cawang Ciliwung.

Baca Juga: Korban Kecelakaan TransJakarta Yang Meninggal Dunia Asal Cianjur, Ini Kata Polisi

Dadang yang duduk di bagian belakang dengan posisi kursi yang sedikit lebih tinggi, membuatnya dapat melihat dengan jelas detik-detik sebelum terjadinya tabrakan TransJakarta itu.

Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Timur membantu evakuasi korban kecelakaan TransJakarta di Cawang, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021). [Dok. Gulkarmat Jaktim]
Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Timur membantu evakuasi korban kecelakaan TransJakarta di Cawang, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021). [Dok. Gulkarmat Jaktim]

Saat itu, dia melihat sang sopir bus tidak tampak melakukan upaya pengereman meski di depannya ada bus TransJakarta lain yang sedang berhenti.

"Kok sudah 300 meter sebelum halte, tapi bus tidak ngerem juga. Tiba-tiba bus yang saya naiki menabrak, dari belakang itu saya terpental ke bagian depan bus," ujar dia.

Dadang mengatakan dirinya terjatuh hingga kesulitan untuk bangkit karena merasakan sakit pada bagian dada hingga susah bernapas. Dengan sisa tenaga yang ada, dia berhasil bangkit lalu keluar melalui pintu yang bagian kacanya sudah pecah akibat benturan.

Dalam keadaan hampir tak berdaya itu, Dadang sempat melihat situasi di sekitar lokasi kejadian yang tampak kacau. Beberapa penumpang masih tergeletak di dalam bus yang ringsek sambil berharap pertolongan.

Kondisi mereka tak jauh berbeda dengan Dadang yang penuh dengan luka-luka di sekujur tubuh. Saat kejadian itu, Dadang mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui adanya korban tewas akibat kecelakaan TransJakarta.

Baca Juga: Olah TKP Tabrakan TransJakarta, Polisi: Kecepatan 55,4 Km/Jam Saat Kecelakaan

Trauma Mendalam

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait