Sekda DKI: Banjir Tak Surut 6 Jam karena Limpasan Air Sungai

Mengklaim sumur resapan dapat mencegah banjir di Jakarta.

Rizki Nurmansyah
Kamis, 11 November 2021 | 07:05 WIB
Sekda DKI: Banjir Tak Surut 6 Jam karena Limpasan Air Sungai
Sekda DKI Marullah Matali. [ANTARA/Laily Rahmawaty]

SuaraJakarta.id - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali menyebutkan penyebab banjir tidak surut selama 6 jam karena limpasan air sungai ke daratan dalam debit yang tinggi.

"Jadi, bukan belum surut 6 jam, ini karena aliran dari limpasan sungainya masih terus melimpas, dan setelah limpasan itu, saya pastikan 6 jam akan surut," ucap Marullah dalam keterangan suara di Jakarta, Rabu.

Menurut mantan Wali Kota Jakarta Selatan itu, jika sungai masih terus meluapkan air ke daratan, hampir mustahil pengeringan di daratan terjadi.

Di sisi lain, Marullah mengatakan banyak faktor yang mengakibatkan air sungai terus melimpas hingga pengeringan tertunda, salah satu di antaranya curah hujan di kawasan hulu masih sangat tinggi.

Baca Juga:Jember Diterjang Banjir, Ratusan Warga Dievakuasi

"Limpasan saja enggak selesai, buru-buru karena curah hujan di beberapa tempat tinggi," ucapnya.

Di sisi lain, Marullah juga mengklaim sumur resapan dapat mencegah banjir di Jakarta.

"Sebenarnya efektif, efektif di beberapa tempat sudah jalan, efektif sekali. Kami juga lihat ada beberapa yang masih dalam taraf pembangunan yang belum selesai, itu kami selesaikan,"
ujarnya.

Namun, menurut dia, upaya penanganan banjir dan curah hujan tinggi di DKI Jakarta bukan cuma andalkan pembuatan sumur resapan saja.

Pemprov DKI, lanjut Marullah, selama ini terus mengupayakan pembersihan saluran-saluran air, pengerukan sungai dan waduk guna mencegah pendangkalan, hingga membuat program Gerebek Lumpur.

Baca Juga:2.739 Kepala Keluarga Terdampak Banjir Rob Tangerang

"Ada juga pembersihan saluran air, pengerukan sungai dan seterusnya, nanti tanya teman di SDA dan di beberapa dinas yang lain," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan pengeringan banjir sudah selesai tidak lebih dari 6 jam. Target ini berlaku jika curah hujan di atas 100 mm, sedangkan di bawah itu tidak ada genangan.

Jika curah hujan di bawah 100 mm, kemudian terjadi banjir atau genangan, Anies meyakini terdapat kesalahan manajemen.

"Kalau di bawah 100 mm hujannya, seharusnya tidak terjadi banjir, tentunya ada sesuatu yang salah di dalam manajemen (jika terjadi banjir)," ucap Anies, di Balai Kota, Selasa (2/11).

Selain ukuran target curah hujan sebagai indikator banjir, Anies juga memasang batas maksimal tinggi muka air di sungai. Jika muka air sungai tak kunjung turun, target jam daratan surut tidak terlaksana.

"Kalau air sungainya tidak turun-turun, banjirnya akan terus terjadi. Ini pengendalian kami menggunakan target," kata Anies.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak