alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dibangun Sejak 2016, SPAM Hutan Kota Sudah Layani 12 Ribu Lebih Pelanggan

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih Minggu, 05 Desember 2021 | 19:14 WIB

Dibangun Sejak 2016, SPAM Hutan Kota Sudah Layani 12 Ribu Lebih Pelanggan
Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo menjelaskan mengenai kinerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hutan Kota di Jakarta. [ANTARA/Ricky Prayoga]

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hutan Kota milik Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya sudah mulai dibangun sejak 2016 lalu.

SuaraJakarta.id - Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hutan Kota milik Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya  sudah mulai dibangun sejak 2016 lalu. Hingga saat ini, tercatat ada 12.573 pelanggan baru di utara Jakarta telah menerima air perpipaan itu

Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengatakan, sebenarnya pihaknya menargetkan sejumlah 30.000 pelanggan SPAM Hutan Kota di wilayah Kamal Muara, Kamal, Pegadungan dan Tegal Alur.

Lantaran itu, pihaknya bakal melakukan perluasan jaringan untuk ke depannya.

“PAM Jaya membangun jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 116 KM untuk mengaliri air dari IPA Hutan Kota yang berkapasitas 500 liter per detik kepada sekitar 30.000 pelanggan,” ujar Hernowo kepada wartawan, Minggu (5/12/2021).

Baca Juga: Kontrak Dengan Aetra Dan Palyja Berakhir 2023, PAM Jaya Bentuk Tim Transisi

Secara keseluruhan, Hernowo menyebut , cakupan layanan PAM Jaya saat ini mencapai 65,82 persen dengan total pelanggan sebanyak 906.648, dan total air yang terdistribusi sebanyak 20.732 liter per detik.

Pihaknya menargetkan pada tahun 2023 cakupan bisa bertambah hingga 82 persen wilayah Jakarta.

“Saat ini Jakarta masih tergantung pasokan air baku dari wilayah di luar kota Jakarta di mana 81 persen air baku berasal dari Waduk Jatiluhur, 14 persen berasal dari pembelian air curah PDAM Kabupaten Tangerang dan 5 persen berasal dari sungai-sungai yang berada di Jakarta,” tuturnya.

Menurutnya, SPAM Hutan Kota kini sudah menjadi solusi kebutuhan air warga. Pasalnya, di wilayah tersebut warga selama ini hanya engandalkan air tanah dan juga air yang dijual melalui gerobak keliling.

Baca Juga: SPAM Tekojo Ambruk, Kejari Bintan Segera Periksa Kontraktor dan Pejabat PUPR

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait