Buntut Viral Pamer Uang, Dirut PD Pasar Kabupaten Tangerang Syaefunnur Maszah Mundur

Syaefunnur mengaku hanya menyebarkan video itu ke teman-temannya.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 02 Februari 2022 | 20:02 WIB
Buntut Viral Pamer Uang, Dirut PD Pasar Kabupaten Tangerang Syaefunnur Maszah Mundur
Syaefunnur Maszah memperlihatkan surat pengunduran diri dari jabatan sebagai Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang dalam konferesi pers di Kota Tangerang, Rabu (2/2/2022). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

SuaraJakarta.id - Setelah viral di media sosial soal pamer uang, Syaefunnur Maszah memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Dirut Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang.

"Saya diskusi dengan keluarga dan dengan segala pertimbangan saya mengajukan pengunduran diri kepada pak bupati, pak sekda dalam rangka untuk publik education," kata Syaefunnur kepada wartawan di Kota Tangerang, Rabu (2/2/2022).

Syaefunnur menjelaskan, video itu dibuat pada 15 September 2020. Ketika itu, ia berniat membuat video guyonan kepada rekan-rekannya untuk selalu berkerja jujur.

"Waktu TikTok tanggal 15 September 2020 itu terbuat, haqqul yaqin bahwa itu saya semata (mengingatkan) 'awas ini duit itu panas 'haredang haredang' konteksnya itu," jelasnya.

Baca Juga:Suasana Pasar Lama Tangerang yang Ditutup Sementara Mulai Hari Ini, Pedagang Ada yang Belum Tahu

Syaefunnur mengungkapkan bahwa konten video itu direkam oleh anaknya. Lalu ia sebarkan kepada teman-teman kerja atau bisnisnya.

"Kalau engga salah anak saya. Niatan canda bermakna, tapi orang yang dengar, 'Ini kok gagah amat' jadi multi tafsir," tuturnya.

Syaefunnur mengaku hanya menyebarkan video itu ke teman-temannya. Dirinya menduga ada yang mengunduh dan meng-upload ke TikTok.

Tangkapan layar Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Syaefunnur Maszah, tengah pamer uang. [Tiktok]
Tangkapan layar Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Syaefunnur Maszah, tengah pamer uang. [Tiktok]

"Saya kirim ke kalangan Perumda. Yang beredar itu pasti dari download, bukan dari TikTok. Kalau dari TikTok bukan seperti itu," pungkasnya.

Diperiksa Inspektorat

Baca Juga:Dirut PD Pasar Kabupaten Tangerang Pamer Duit di Medsos, Bupati Zaki: Lagi Diperiksa Inspektorat

Diberitakan sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pria pamer uang tumpukan duit Rp 100 ribu.

Diketahui pria itu adalah Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Syaefunnur Maszah.

Dalam video yang diunggah akun Tiktok @user409275347, tampak Syaefunnur tengah mengambil tumpukan uang menggunakan sendok dan garpu seolah-olah hendak makan.

Terkait ini, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar angkat bicara perihal kelakuan anak buahnya tersebut.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar memberikan tanggapan soal pembentukan Tangerang Tengah. [Antara]
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. [Antara]

Zaki mengatakan, Syaefunnur kini tengah diperiksa oleh inspektorat.

"Yang bersangkutan sedang diperiksa," kata Zaki saat dikonfirmasi, Rabu (2/2/2022).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak