SuaraJakarta.id - Pengandiayaan terhadap Dosen dan pegiat media sosial, Ade Armando di gedung DPR RI mendapatkan sorotan publik.
Kabar Ade Armando dianiaya ini juga bahkan sampai dibahas saat unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Diketahui, aksi unjuk rasa sejumlah elemen mahasiswa digelar bersamaan di dua lokasi, yakni Patung Kuda mengarah istana dan gedung DPR RI.
Awalnya, salah seorang orator dari kelompok Aliansi Rakyat Bergerak mengatakan dari mobil komando mendengar kabar penganiayaan terhadap Ade Armando.
Baca Juga:Kapolda: Kondisi Ade Armando Usai Dikeroyok Memprihatinkan, Ada Luka di Kepala
"Kita baru saja mendapatkan berita salah seorang buzzer Istana dipukuli di gedung DPR, siapa namanya?" tanya orator itu kepada massa aksi, Senin (11/4/2022).
"Ade armando," jawab massa aksi.
Ia menganggap pemukulan terhadap Ade Armando adalah bentuk kemarahan rakyat.
![Pegiat media sosial, Ade Armando menjadi korban pengeroyokan saat hadir di tengah demonstrasi dari berbagai kalangan di depan gedung DPR RI, Senin (11/4/2022) [SuaraSulsel.id/Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/04/11/82473-ade-armando.jpg)
Pasalnya, Ade Armando diduga merupakan buzzer atau pendengung yang pro pemerintah.
"Mari kita ucapkan Alhamdulilah. Tulah kemarahan rakyat," kata orator itu.
Baca Juga:Ade Armando Dikeroyok Massa, Ini Kata Novel Bamukmin
Orator tersebut lantas mengajak masyarakat agar tetap menyuarakan aspirasi atas permasalahan yang belakangan terjadi.