facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengasuh Pesantren di Banyuwangi Diduga Cabuli Sejumlah Santri

Rizki Nurmansyah Jum'at, 24 Juni 2022 | 05:30 WIB

Pengasuh Pesantren di Banyuwangi Diduga Cabuli Sejumlah Santri
Ilustrasi pencabulan santri [ANTARA]

Informasi yang beredar, dugaan pencabulan itu dilakukan di luar jam aktif sekolah.

SuaraJakarta.id - Seorang pengasuh pesantren di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, berinisial FZ diduga telah cabuli sejumlah santri. Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa melalui Kasat Reskrim Kompol Agus Sobarnapraja membenarkan adanya pelaporan kasus dugan pencabulan santri tersebut.

Dalam keterangannya, Agus menyebut ada lima korban yang masih berusia di bawah umur yang mengaku telah digagahi oleh FZ.

"Sementara yang melapor masih satu orang santriwati," kata Agus, Kamis (23/6/2022), dikutip dari timesindonesia.co.id—jejaring Suara.com.

Baca Juga: Malangnya Gadis Tuna Rungu Surabaya Jadi Korban Pencabulan Tetangganya Sendiri

Informasi yang beredar, dugaan pencabulan itu dilakukan di luar jam aktif sekolah. Korban dipanggil oleh FZ lalu dipaksa untuk menuruti nafsu bejatnya.

"Mereka pelajar aktif di lembaga pendidikan tersebut. Sementara dari pengakuan mereka, pencabulan dilakukan di luar jam aktif sekolah," ungkapnya.

Kasus tersebut, lanjut Agus, saat ini sudah masuk ke tahap penyidikan. Polisi telah memeriksa sebanyak delapan korban untuk dijadikan saksi.

"Polisi masih mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat kasus ini. Polisi juga telah mengantongi bukti visum dari rumah sakit," ungkapnya.

Terkait kebenaran identitas terlapor atau pelaku tindak asusila, Agus, masih belum berani bersuara.

Baca Juga: Cabuli Anak Tiri di Sumatera Utara, Pria 53 Tahun Ditangkap di Sukabumi, Polisi: Sempat Kabur ke Wilayah Bekasi

"Masih kita dalami, tentu siapapun itu pelakunya sepanjang alat buktinya cukup kita pasti proses sesuai ketentuan. Terlapor sudah kita kirim surat dan kita panggil pekan depan kita mintai keterangan," pungkas Agus.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait