Dua Ruangan Institut Teknologi PLN Terdampak Kebakaran Lapak Kayu di Cengkareng

Susi memastikan kebakaran yang melanda dua ruangan tersebut tidak mempengaruhi proses belajar mengajar, di tempatnya.

Dwi Bowo Raharjo | Faqih Fathurrahman
Rabu, 14 September 2022 | 17:17 WIB
Dua Ruangan Institut Teknologi PLN Terdampak Kebakaran Lapak Kayu di Cengkareng
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran. (foto dok. Damkar Bantul)

SuaraJakarta.id - Dua ruangan Institut Teknologi PLN terdampak kebakaran yang melanda lapak kayu pembuatan futnitur di Jalan Lingkar Luar Barat, RT 002/02, Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat, pada Rabu (14/9/2022).

“Sebanyak 2 (dua) unit portacamp atau ruangan bagi himpunan mahasiswa di ITPLN terkena sulutan api yang mengakibatkan barang-barang di dalamnya harus di evakuasi,” kata Kepala Rektorat ITPLN, Susanti saat dikonfirmasi, Rabu (14/9/2022).

Namun, Susi memastikan kebakaran yang melanda dua ruangan tersebut tidak mempengaruhi proses belajar mengajar, di tempatnya.

“Kejadian tersebut tidak mempengaruhi proses belajar mengajar luring dan perkuliahan tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya,” ungkap Susi.

Baca Juga:Luka Bakar Sekujur Tubuh, Ibu dan Anak Korban Kebakaran di Cipayung Dirujuk ke RSCM

Sebelumnya diberitakan, api melumat habis 20 sentra pembuatan furnitur di Jalan Lingkar Luar Barat, RT 002/02, Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat, pada Rabu (14/9/2022).

Kasie Ops Suku Dinas Penanggulan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Barat, Syarifudin, mengatakan kebakarang terjadi sekira pukul 01.46 WIB.

“Api dapat dilokalisir sekira pukul 02.28 WIB, kemudian dinyatakan selesai pukul 05.15 WIB,” kata Syarifudin saat dikonfirmasi, Rabu (14/9/2022).

Dalam berjibaku memadamkan api diluas area 600 m persegi itu, Syarifudin mengatakan pihaknya menerjunkan 16 unit mobil pemadam dengan diisi 80 personel.

“Objek yang terbakar lapak-lapak kayu. Ada 20 lapak yang terbakar,” katanya.

Baca Juga:Lindungi Anak dari Kobaran Api, Seorang Ayah di Cipayung Meninggal Usai Dievakuasi ke Rumah Sakit

Buntut dari kebakaran ini, 20 kepala keluarga (KK) serta 40 anggota keluarga kehilangan tempat tinggal mereka. Dugaan sementara kebakaran tersebut terjadi lantaran korsleting listrik.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini