Kronologi Lengkap Kasus Penusukan Sopir TransJakarta di Ciracas

Kesal karena HP-nya dilindas, AR sempat cekcok dengan korban karena pelaku meminta ganti rugi, namun tidak terjadi kesepakatan.

Rizki Nurmansyah
Kamis, 24 November 2022 | 15:29 WIB
Kronologi Lengkap Kasus Penusukan Sopir TransJakarta di Ciracas
Polisi mengungkap kasus penusukan sopir TransJakarta di Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (24/11/2022). [ANTARA]

SuaraJakarta.id - Pelaku penusukan yang menewaskan sopir TransJakarta, Randi Pramono (30), di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Selasa (22/11/2022) malam, berhasil ditangkap polisi. Pelaku berinisial AR.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono mengatakan, tersangka diringkus di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (23/11/2022).

Budi menjelaskan kronologi kasus penusukan sopir TransJakarta ini. Bermula saat handphone (HP) pelaku jatuh dan tak sengaja terlindas oleh korban.

"Jadi saat kejadian tersangka (berkendara) di depan, HP-nya jatuh. Kebetulan korban melintas di belakangnya," kata Budi, Kamis (24/11/2022).

Baca Juga:Pria Mabuk Penusuk Sopir TransJakarta Ditangkap!

Kesal karena HP-nya dilindas, lanjut Budi, AR sempat cekcok dengan korban karena pelaku meminta ganti rugi, namun tidak terjadi kesepakatan.

Tak lama kemudian AR menikam Randi pada bagian dada menggunakan badik yang dibawa, lalu melarikan diri ke arah kawasan Ranco, Jakarta Selatan.

"Senjata barang buktinya dibuang di daerah Ranco. Pelaku saat kejadian dalam keadaan mabuk. Jadi bukan geng motor atau apa. Tapi karena kesalahpahaman," ujar Budi.

Budi mengatakan, barang bukti yang diamankan penyidik jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur berupa telepon seluler dan sepeda motor milik pelaku serta baju korban.

Pada saat kejadian, AR bersama seorang rekannya. Namun berdasarkan hasil penyidikan teman pelaku tersebut tidak terlibat melakukan pembunuhan dan hanya berstatus sebagai saksi.

Baca Juga:Meski Sudah Ajukan Mundur, BP BUMD DKI Sebut Sudirman Said Masih Komut TransJakarta, Ini Alasannya

"Tersangka kita kenakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," tutur Budi.

News

Terkini

Penumpang dievakuasi oleh petugas dialihkan menggunakan gerbong KRL lain yang menuju Stasiun Jakarta Kota.

News | 21:22 WIB

Proses evakuasi rumah roboh masih dilakukan oleh BPBD DKI Jakarta.

News | 21:15 WIB

Turnamen Piala Walikota Tangerang Grasstrack Motorcross ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal 26 Nopember hingga 27 Nopember 2022 dengan membuka 23 kelas.

News | 20:47 WIB

Polisi baru-baru ini mengungkap fakta terbaru kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, yang ditemukan mengering.

News | 19:48 WIB

Saat gempa Cianjur terjadi, dirasakan cukup kencang di area situs.

News | 19:05 WIB

DVI Polri telah menerima 158 kantong jenazah, baik di RSUD Cimacan maupun di RSUD Sayang.

News | 18:17 WIB

Jokowi menyinggung 'rambut putih' yang disebutnya sebagai pemimpin yang memikirkan rakyat.

News | 18:09 WIB

"Kereta anjlok tertimpa tiang pantograf di Stasiun Kampung Bandan."

News | 17:50 WIB

"Jangan sampai kita memilih pemimpin yang senang duduk di Istana yang AC-nya dingin. Ini negara besar. Jangan hanya duduk manis di Istana presiden," kata Jokowi.

News | 16:03 WIB

Spanduk itu dibentangkan tepat di depan panggung di mana Presiden Jokowi sedang berpidato.

News | 15:38 WIB

Latif mengatakan pengemudi Land Cruiser berinisial SH sengaja memasang pelat palsu tersebut.

News | 15:14 WIB

Para dokter dan ahli medis Siloam dan SingHealth dapat memperoleh manfaat dari penelitian dan pelatihan klinis.

News | 14:32 WIB

Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa UI yang ditabrak dan dilindas Eks Kapolsek Cilincing AKBP (purn) Eko Setia.

News | 12:30 WIB

Joko menyebut sejauh ini polisi sudah memeriksa sebanyak 5 saksi.

News | 11:17 WIB

Saat ini Baznas telah mendirikan 9 posko untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Cianjur.

News | 10:43 WIB
Tampilkan lebih banyak