Penjualan Mainan Pasar Gembrong Merosot hingga 90 Persen, Pedagang Salahkan Pemerintah

Runi menyebut penjualan mainan tak pernah selesu ini seumur hidupnya.

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Kamis, 03 April 2025 | 18:57 WIB
Penjualan Mainan Pasar Gembrong Merosot hingga 90 Persen, Pedagang Salahkan Pemerintah
Toko mainan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur. (Suara.com/Fakhri)

SuaraJakarta.id - Salah seorang pedagang mainan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Runi menilai pemerintah faktor utama penyebab sepinya penjualan di musim lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Runi menganggap pemerintah gagal menjaga daya beli masyarakat.

Runi mengatakan dalam beberapa tahun terakhir penjualan mainan di toko KIM Toys miliknya merosot hingga 90 persen dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19. Bahkan, ia menyebut 70 persen toko mainan di Pasar Gembrong telah tutup.

"Pokoknya saya salahin pemerintah. Akarnya pemerintah. Duit gak ada di masyarakat, daya beli kecil," ujar Runi kepada Suara.com, Kamis (3/4/2025).

"70 persen mas udah pada tutup (toko mainan di Pasar Gembrong). Paling tinggal ngabisin durasi kontrakan saja. Kalau saya masih untung karena punya (toko) sendiri," lanjutnya.

Baca Juga:Ingatkan Pengusaha Izin Ke Warga Sebelum Jalankan Usaha, Pemkot Jaksel: Jangan Mentang-mentang Ada OSS

Runi menyebut penjualan mainan tak pernah selesu ini seumur hidupnya. Ia mengaku sudah membantu orang tuanya berjualan sejak kecil.

Bahkan, saat pandemi Covid-19 mainan yang dijual lebih laku. Hal ini diduganya karena keluarga dianjurkan tetap di rumah dan penjualan bisa dilakukan secara daring alias online.

"Corona malah mendingan. Dulu kan pada di rumah kan ya. Jadi pada beli mainan," jelas Runi.

Kondisi semakin parah dalam dua tahun belakangan ini. Ia bahkan terpaksa merumahkan lima dari enam karyawannya yang bekerja dengannya.

"Sekarang kerja bertiga saja sama suami saya. Lima orang balik kampung, malah ada yang milih kerja di luar negeri. Bener kali ya sekarang mah mending tinggal di luar (negeri) saja," jelasnya.

Baca Juga:Bersiap Layani Caleg Gagal, Pemkot Jakpus Siagakan Layanan Faskes Jiwa Di Puskesmas Dan Rumah Sakit

Runi juga menyinggung kebijakan pemerintah yang kini membagikan bantuan lewat kartu. Apalagi kebijakan ini juga membatasi penggunanaan bantuan sosial untuk keperluan tertentu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini