- Kaki-kaki sering berisik akibat komponen aus seperti bushing arm dan shock lemah saat melewati jalan rusak.
- Brio bekas rentan mengalami interior berisik, bantingan suspensi keras, dan cat tipis yang mudah berkarat.
- Unit manual sering mengeluhkan kopling cepat aus, sementara beberapa mesin menunjukkan getaran pada putaran rendah.
SuaraJakarta.id - Honda Brio bekas masih jadi incaran banyak pembeli mobil pertama. Desain ringkas, konsumsi BBM irit, dan harga relatif terjangkau membuat city car ini laris di pasar mobil seken. Namun, di balik popularitasnya, ada sejumlah masalah umum yang kerap dikeluhkan pemilik—terutama pada unit dengan usia pakai cukup lama atau riwayat perawatan kurang rapi.
Agar tak menyesal setelah transaksi, berikut 7 masalah umum Honda Brio bekas yang wajib diketahui sebelum memutuskan membeli.
1. Kaki-kaki Cepat Berisik
Keluhan paling sering muncul berasal dari sektor kaki-kaki. Bunyi “gluduk” atau “kletek” biasanya terdengar saat melewati jalan rusak atau polisi tidur. Penyebabnya beragam, mulai dari bushing arm, link stabilizer, hingga shockbreaker yang mulai melemah.
Untuk mobil yang sering dipakai harian di jalan bergelombang, kondisi ini tergolong wajar—namun tetap perlu dicek karena bisa menambah biaya awal setelah beli.
Baca Juga:5 Mobil Bekas Tipe Tertinggi, Fitur Lengkap Tapi Harganya Sudah Jatuh
2. Bantingan Suspensi Terasa Keras
Karakter suspensi Brio memang cenderung firm. Pada unit lama, bantingan bisa terasa makin keras dan kurang nyaman, terutama untuk penumpang belakang. Jika shock sudah lemah atau pegas mulai aus, kenyamanan akan turun signifikan.
3. Interior Berisik & Material Mudah Aus
Di usia pakai tertentu, interior Brio sering memunculkan bunyi getaran dari dashboard atau doortrim. Selain itu, material jok dan panel pintu relatif cepat menunjukkan tanda pemakaian—seperti kusam, kendur, atau berdecit.
Ini bukan masalah fatal, tapi bisa mengganggu kenyamanan harian.
4. Cat Tipis & Bodi Rentan Keropos
Salah satu catatan penting pada Brio bekas adalah ketebalan cat yang tergolong tipis. Jika mobil pernah terserempet atau terpapar cuaca ekstrem tanpa perawatan, karat halus bisa muncul, terutama di area pintu dan lipatan bodi.
Cek detail bodi jadi keharusan, apalagi untuk unit yang sering diparkir outdoor.
Baca Juga:5 Penyebab Mobil Bekas Susah Distarter untuk Mengatasi Masalah Mesin Pagi Hari
5. Kopling Cepat Aus (Transmisi Manual)
Untuk Brio manual, keluhan kopling terasa tinggi atau mulai selip cukup sering dijumpai. Penyebab utamanya adalah gaya berkendara stop-and-go di perkotaan. Penggantian kampas kopling bukan masalah besar, tapi tetap perlu diperhitungkan dalam bujet.
6. Getaran Mesin di Putaran Rendah
Mesin Brio dikenal bandel dan irit, namun pada unit tertentu muncul getaran halus di putaran rendah, terutama saat AC menyala. Biasanya berkaitan dengan engine mounting yang mulai getas atau setelan mesin yang perlu disempurnakan.
7. Peredaman Kabin Kurang Senyap
Dari pabrik, peredaman kabin Brio tergolong minimalis. Akibatnya, suara ban dan jalan mudah masuk ke kabin—terasa jelas di kecepatan menengah hingga tinggi. Banyak pemilik akhirnya menambah peredam aftermarket untuk meningkatkan kenyamanan.
Layak dibeli asal selektif. Honda Brio bekas tetap menarik untuk mobil harian, khususnya bagi pemula. Kuncinya ada pada riwayat servis, kondisi kaki-kaki, dan kesehatan bodi. Jangan ragu melakukan test drive dan inspeksi detail sebelum deal.
Dengan pengecekan matang, Brio bekas bisa jadi pilihan ekonomis tanpa drama di kemudian hari.