Kenali Sinyal Kulit dan Pemicunya, Tren Perawatan Kini Bergeser ke Skin Longevity

Wardah menghadirkan Wardah Derma Longevity Lab, untuk membantu konsumen bergerak dari mengenali pemicu kulit bermasalah hingga mendapat dermatolog recovery guidance.

Rully Fauzi
Kamis, 24 September 2026 | 12:50 WIB
Kenali Sinyal Kulit dan Pemicunya, Tren Perawatan Kini Bergeser ke Skin Longevity
Beauty influencer Tasya Farasya. [dok.pribadi]
Baca 10 detik
  • Kulit reaktif makin umum, dengan sekitar satu dari dua orang melaporkan kondisi tersebut.
  • Pendekatan personal membantu mengenali kondisi, pemicu, dan kebutuhan recovery kulit.
  • Skin longevity menekankan penguatan skin barrier dan kesehatan kulit untuk jangka panjang.

SuaraJakarta.id - Studi yang dipublikasikan dalam Acta Dermato-Venereologica menyebutkan bahwa reactive skin bukan lagi kondisi yang niche, satu dari dua orang melaporkan memiliki kulit reaktif.

Kulit merah, kering, terasa panas, gatal, perih, atau mengalami breakout sering dianggap muncul secara tiba-tiba. Padahal, kondisi tersebut bisa terus berulang dan membuat proses recovery kulit menjadi semakin kompleks.

Karena itu, Wardah melihat adanya empat emerging skin concern ini, sebagai titik awal memahami kulit secara lebih personal; sensitive skin, severe dry skin, acne dry skin, dan acne oily skin.

Keempatnya memiliki pola dan kebutuhan skin recovery yang berbeda, sehingga membutuhkan assessment dan pendekatan yang berbeda pula.

Berangkat dari consumers tension tersebut, Wardah menghadirkan Wardah Derma Longevity Lab, untuk membantu konsumen bergerak dari mengenali pemicu kulit bermasalah hingga mendapat dermatolog recovery guidance.

Melalui acara di Main Atrium PondokIndah Mall 2, Jakarta, pada 24-27 September 2026, Wardah memperkenalkan pendekatan "Skin Trigger-to-Personalized Skin Recovery" yang membantu menerjemahkan sinyal dari kulit menjadi langkah perawatan kulit yang relevan.

Berbeda dari skin check konvensional yang hanya menampilkan kondisi kulit saat ini, AI Personalized Skin Analyzer kini mampu mendeteksi parameter kulit dan mengklasifikasikan tingkat kondisinya ke dalam standardized skin grading.

Hasil analisis ini kemudian dikombinasikan dengan lifestyle assessment untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan skin problem trigger dan menyusun personalized skin recovery guidance.

Pendekatan ini jadi dasar Wardah Derma Longevity Intelligence:

1. Skin Problem Triggers — mengidentifikasi skin signals dan kaitannya dengan skin exposome, yaitu keseluruhan paparan eksternal dan internal yang mempengaruhi kondisi kulit.

Faktor tersebut meliputi paparan dari physical (UV, panas, dingin, angin), chemical (kosmetik, sabun, air, polutan), psychological (stres) dan hormonal (menstrual cycle).

2. Diagnostic Assessment — memahami kondisi kulit secara lebih personal. Hasil di dalam Skin ID Blueprint akan menghubungkan skin signals, kondisi skin barrier, dan lifestyle.

Dermatologist membantu menginterpretasikan hasilnya, dengan pemeriksaan tambahan hanya bila relevan berdasarkan kondisi masing-masing individu.

3. Personalized Recovery Guidance — menerjemahkan hasil assessment menjadi langkah perawatan. Konsumen mendapatkan skin recovery guidance, mulai dari skin longevity routine guide, ingredients based on your skin personalized dan rekomendasi produk Wardah yang sesuai kebutuhan.

Derma Longevity Intelligence

Kulit yang terlihat baik-baik saja belum tentu sedang baik-baik saja. Kulit dapat tampak normal, tetapi tetap mengalami sensasi seperti perih, terbakar, gatal, atau tingling.

Karena itu, Wardah memahami bahwa gejala yang serupa belum tentu membutuhkan penanganan yang sama. Setiap kondisi kulit memiliki konteks, trigger, dan kebutuhan recovery yang berbeda.

Di Wardah Derma Longevity Lab, terdapat holistik assessment test yang tergabung dalam rangkaian Derma Longevity Intelligence yang dapat pengunjung coba, antara lain:

1. Wardah Advance Personalized Skin Analyzer (AI-PSA) – memahami kondisi kulit dan lifestyle secara personal.

AI-PSA membantu membantu memberikan gambaran kondisi kulit saat ini, area yang perlu diperhatikan, dan lifestyle inputs yang relevan.

Hasilnya dirangkum dalam Skin ID Blueprint, kemudian diinterpretasikan untuk membantu memberikan skincare dan lifestyle guidance yang lebih personal.

2. Dermascope dan Temperature Provocation Test – merupakan pemeriksaan pendukung yang digunakan secara selektif. Dermascope membantu dermatologist melakukan observasi lebih detail ketika terdapat kondisi yang perlu dievaluasi.

Temperature Provocation Test dilakukan hanya bila riwayat dan gejala mengarah pada respons fisik terhadap suhu tertentu.

3. Wardah Dryness Test – mengubah tanda kekeringan menjadi langkah recovery yang langsung bisa dilakukan. Dryness Test digunakan ketika kulit menunjukkan tanda kering, terasatight, atau terdapat indikasi gangguan skin barrier.

Hasilnya membantu menunjukkan kebutuhan recovery secara lebih tangible, lalu diterjemahkan menjadi tindakan perawatan yang relevan, misalnya penggunaan Wardah Derma Sensitive Moisturizer sebagai bagian dari recovery.

4. Dino-Lite – digunakan sebagai high-magnification skin surface imaging untukmembandingkan tampilan permukaan kulit sebelum dan sesudah penggunaan moisturizer.

Advanced Skin ID Blueprint

Advanced Skin ID Blueprint adalah skin insight yang menghubungkan kondisi kulit saat ini dengan enam lifestyle inputs; sleep, stress, nutrition, gut health, movement, dan daily exposure.

Masing-masing faktor yang diterjemahkan di Skin ID Blueprint membantu konsumen memahami hubungan antara daily routine dengan sinyal pada kulit dan kondisi skinbarrier seperti kulit tampak lelah atau kusam, kemerahan, breakout, kekeringan, hingga proses recovery yang terasa kurang optimal.

Dengan begitu, Skin ID Blueprint tidak hanya menjelaskan "seperti apa kondisi kulitku sekarang", tetapi juga membantu membuka percakapan tentang apa saja faktor yang mungkin ikut memengaruhi kondisi tersebut dan apa yang perlu diperhatikan ke depan.

"Kulit tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat di permukaan. Melalui Advanced Personalized Skin Analyzer dan Advanced Skin ID Blueprint yang dihadirkan di Wardah Skin Longevity Lab, memahami sinyal kulit dilakukan secara lebih objektif," papar dr.Arlene Rainamira, Sp.DVE - Dermatologist.

"Kita dapat menelusuri kemungkinan pemicu kulit bermasalah (skin problem triggers) dengan bantuan interpretasi assesment dari dermatologist dapat menentukan recovery guidance yang lebih tepat untuk membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang," jelasnya.

Derma Longevity Lab juga dirancang agar proses memahami kulit tidak terasa seperti pengalaman klinis yang kompleks.

Konsumen dapat memulai perjalanan melalui Science Gallery, yang memperkenalkan hubungan antara kulit dengan berbagai faktor gaya hidup, kemudian konsultasi, hingga mencoba langsung produk yang menjadi solusi.

Dengan cara tersebut, Wardah ingin membuat pendekatan berbasis sains menjadi sesuatu yang dapat dilihat, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Di Wardah Derma Longevity Lab, kami ingin mengedukasi konsumen untuk dermatolog recovery guidance, untuk memperkuat skin immunity dan kesehatan kulit jangka panjang (skin longevity)," kata Head of Wardah Skincare, Arum Pratiwi.

"Bukan hanya berhenti pada 'apa tipe kulit', tetapi membantu konsumen memahami sinyal yang diberikan kulitnya, mengenali kemungkinan pola yang mempengaruhinya, dan mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika kondisi tersebut kembali muncul," imbuhnya.

Sejalan dengan pendekatan holistik terhadap kesehatan kulit, Wardah menggandeng Tropicana Slim sebagai Nutrition Partner for Skin Health from Within.

Hal ini turut memperkuat pesan edukasi bahwa kesehatan kulit tidak hanya dibangun dari luar, tetapi juga dukungan nutrisi dari dalam.

Kulit dapat menunjukkan tanda reaktif dalam bereaksi terhadap berbagai tekanan sehari-hari, seperti perubahan cuaca dan suhu, polusi, stres, kurang tidur, gesekan, serta penggunaan makeup atau skincare yang kurang sesuai.

Karena tidak semua faktor tersebut dapat dikontrol, perawatan perlu membantu mendukung skin barrier dan fungsi perlindungan alami kulit atau skin immunity atau daya tahan alami kulit.

Skin Immunity adalah sistem pertahanan kulit dalam menghadapi berbagai pemicu kulit sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Saat daya tahan kulit melemah, kulit dapat menjadi lebih mudah mengalami inflamasi, terasa lebih reaktif, mengalami breakout atau flare-up berulang, serta membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Beauty influencer Tasya Farasya menambahkan, "Buat aku, kulit yang sehat adalah kulit yang punya skin immunity yang kuat untuk menghadapi berbagai skin problems."

"Saat kulit sedang reaktif, kembali ke basic skincare, Wardah Skin Rescue Moisturizer tepat digunakan karena terasa calming, easily spreadable texture dan cepat mendukung skin recovery supaya kulit kembali sehat," imbuhnya.

Longevity menandai pergeseran cara konsumen melihat kesehatan; bukan sekadar hidup lebih lama, tetapi mempertahankan kondisi tubuh yang sehat lebih lama.

Pergeseran yang sama kini masuk ke beauty, Skin Longevity fokusnya bukan hanya memperbaiki masalah kulit hari ini, tetapi mempertahankan kesehatan dan resiliensi kulit untuk jangka panjang.

Karena itu, perawatan tidak hanya berfokus menenangkan reaksi yang sudah terlihat, tetapi juga mendukung recovery dan skin barrier secara konsisten agar kesehatan kulit dapat terjaga lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini