- Petugas gabungan mengamankan lima terduga pelaku tawuran beserta sembilan celurit di Pondok Bambu pada Minggu dini hari.
- Penindakan cepat dilakukan oleh Tim Perintis Polres Metro Jakarta Timur dan Satbrimob usai menerima aduan warga.
- Kelima terduga pelaku beserta seluruh barang bukti senjata tajam dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Timur untuk pemeriksaan.
SuaraJakarta.id - Sembilan celurit diamankan polisi dari lima orang yang diduga terlibat tawuran di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (11/10/2026) dini hari. Penindakan dilakukan setelah polisi menerima aduan masyarakat pada pukul 02.10 WIB.
Lima terduga pelaku beserta barang bukti senjata tajam tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Resmob.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, petugas gabungan dari Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya dan Tim Perintis Polres Metro Jakarta Timur langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga.
“Penindakan kilat ini berawal dari aduan masyarakat yang diterima petugas pada pukul 02.10 WIB,” kata Henik.
Baca Juga:746 Siswa Jakarta Putus Sekolah pada 2025, Politisi PSI Salurkan Beasiswa
Menurut dia, respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari upaya kepolisian mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk aksi tawuran yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting untuk mencegah gangguan kamtibmas. Setiap informasi akan kami respons secara cepat sebagai bagian dari upaya pencegahan,” ujarnya.
Sembilan Celurit Jadi Barang Bukti
Keberadaan sembilan celurit dalam penindakan tersebut menjadi perhatian karena senjata tajam berpotensi memperparah dampak bentrokan antarkelompok. Meski demikian, keterlibatan setiap orang yang diamankan dan peran masing-masing dalam dugaan tawuran masih harus dipastikan melalui pemeriksaan kepolisian.
Polda Metro Jaya juga menyoroti pentingnya pencegahan tawuran sejak dini, terutama pada malam hingga dini hari, ketika pengawasan terhadap aktivitas remaja menjadi perhatian.
Baca Juga:Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Persija Tempuh Perjalanan Panjang ke Jakarta
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengingatkan orang tua agar lebih aktif memantau pergaulan dan kegiatan anak-anak mereka untuk mencegah keterlibatan dalam tawuran maupun tindak kejahatan lainnya.
“Jangan sampai mereka membawa senjata tajam atau terlibat tawuran. Jika mengetahui adanya rencana tawuran, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat dicegah sejak awal,” kata Budi.
Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing melalui layanan darurat Call Center Polri 110.
Kepolisian berharap keterlibatan warga dalam memberikan informasi dapat membantu mencegah tawuran sebelum berkembang menjadi bentrokan yang menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
[ANTARA]